Kompas.com - 28/02/2013, 11:55 WIB
EditorErvan Hardoko

BANGKOK, KOMPAS.com — Pemerintah Thailand untuk pertama kalinya menandatangani kesepakatan dengan kelompok pemberontak di wilayah selatan yang mayoritas penduduknya beragama Islam, Kamis (28/2/2013).

Penandatanganan kesepakatan bersejarah itu ditandatangani di Kuala Lumpur, Malaysia, antara perwakilan pemerintah Thailand dan perwakilan Barisan Revolusi Nasional (BRN) beberapa jam sebelum kunjungan PM Yingluck Shinawatra ke Malaysia. Dalam pertemuan dengan PM Najib Razak itu, PM Yingluck juga membicarakan upaya penyelesaian konflik bersenjata selama sembilan tahun itu, dan  Malaysia kemungkinan menjadi tuan rumah perundingan.

Dokumen konsensus menuju proses dialog itu ditandatangani Sekretaris Jenderal Dewan Keamanan Nasional Thailand Letnan Jenderal Paradorn Pattanathabutr dan Hassan Taib dari BRN.

"Terima kasih kepada Allah. Kami akan berusaha semaksimal mungkin untuk menyelesaikan masalah. Kami akan sampaikan kepada rakyat kami untuk bekerja sama menyelesaikan masalah ini," kata Hassan yang disebut sebagai Kepala Kantor Penghubung BRN di Malaysia.

Barisan Revolusi Nasional adalah satu dari sejumlah kelompok pemberontak yang dituding kerap melakukan aksi kekerasan di Thailand. Konflik bersenjata selama sembilan tahun di Thailand selatan telah menewaskan sedikitnya 5.500 orang.

 

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email



26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.