Salam Perpisahan Benediktus

Kompas.com - 28/02/2013, 02:10 WIB
Editor

Vatikan, Rabu - Paus Benediktus XVI menyampaikan salam perpisahan dalam audiensi terakhirnya yang dihadiri 150.000 orang di Lapangan Santo Petrus, Rabu (27/2). Menjelang akhir delapan tahun kepausannya, Benediktus mengakui beratnya keputusan untuk mengundurkan diri, yang dia lakukan untuk kebaikan Gereja.

Dengan senyum hangat, Paus membalas sapaan hadirin saat mengelilingi lapangan menggunakan mobil kepausan. Di beberapa tempat, mobil itu berhenti sejenak saat Paus mencium dan memberkati enam anak yang digendong ke hadapannya.

Sehari sebelum mengundurkan diri secara resmi, Paus mengganti pesan yang biasanya disampaikan saat audiensi mingguan dengan membagi pengalamannya selama hampir delapan tahun menjadi pemimpin 1,2 miliar umat Katolik.

”Saya mengalami masa bahagia dan menyenangkan, tetapi juga saat yang tidak mudah, saat laut bergejolak dan angin kencang,” ujarnya. Namun, dia tidak pernah merasa sendiri karena Tuhan selalu membimbingnya.

Paus juga mengucapkan terima kasih kepada para kardinal dan pembantunya atas ”dukungan dan pengertian yang diberikan atas keputusan untuk mundur”.

Langit yang cerah memayungi Lapangan Santo Petrus sepanjang audiensi. Vatikan semula menerima permintaan 50.000 tiket untuk menghadiri audiensi itu, tetapi jumlah yang hadir mencapai tiga kali lipat.

Paus emeritus

Sehari sebelumnya, Vatikan mengumumkan Paus akan disebut ”Paus Emeritus Benediktus XVI” dan tetap disapa ”Yang Mulia” setelah pensiun. Dia tetap mengenakan jubah putih sederhana tanpa penutup bahu dan mengganti sepatu nelayannya dengan sepatu kasual coklat.

Sebanyak 70 kardinal menghadiri audiensi terakhir Benediktus. Namun juru bicara Vatikan, Pastor Federico Lombardi, mengatakan, pertemuan Dewan Kardinal paling cepat pada Senin, 4 Maret. Undangan resmi bagi para kardinal untuk berkumpul baru disampaikan pada Jumat, hari pertama kosongnya takhta kepausan atau dikenal sebagai sede vacante.

Dalam pertemuan itu, mereka akan membahas masalah yang dihadapi Gereja dan tanggal dimulainya konklaf. Sebelumnya, Paus membuka peluang pelaksanaan konklaf diajukan, lebih cepat dari 15 hari sede vacante yang ditentukan sebelumnya.

Sebanyak 115 kardinal berusia kurang dari 80 tahun akan mengikuti konklaf untuk memilih Paus baru. Dua kardinal yang berhak memilih, yakni Keith O’Brien (Inggris) dan Julius Darmaatmadja (Indonesia), memutuskan tak mengikuti konklaf. Kardinal Darmaatmadja akhir pekan lalu mengatakan, penglihatannya menurun dan tak mendukung untuk mengikuti konklaf.

Benediktus mengakhiri harinya sebagai Paus, Kamis, dengan bertemu para kardinal, lalu diterbangkan ke rumah peristirahatan di Castel Gandolfo.(AP/AFP/Reuters/was)



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X