Kompas.com - 26/02/2013, 18:11 WIB
EditorErvan Hardoko

MANILA, KOMPAS.com - Presiden Filipina, Benigno Aquino, memperingatkan seorang pemimpin kesultanan untuk mengakhiri upaya pendukungnya yang bersenjata dalam menduduki negara bagian Sabah, Malaysia.

Dalam pidato di televisi, Presiden Aquino mengatakan Sultan Jamalul Kiram III akan menghadapi 'kekuatan hukum penuh' jika pendukungnya tidak meninggalkan Lahad Datu.

Sekitar 180 orang mendarat di Lahad Datu pada pertengahan Februari dengan tujuan menguasai kawasan yang berdasarkan sejarah merupakan wilayah Kesultanan Sulu.

"Jika Anda tidak memilih untuk bekerja sama, kekutan penuh hukum negara akan digunakan untuk mencapai keadilan bagi semua orang yang berada dalam jalan yang berbahaya," seperti dinyatakan Presiden Aquino.

"Situasi ini tidak bisa bertahan. Jika Anda memang pemimpin yang sebenarnya dari rakyat Anda, Anda seharusnya bersama kami dalam memerintahkan pendukungmu untuk pulang dengan damai."

Aquino menambahkan bahwa penyelidikan juga akan digelar sehubungan dengan apakah ada undang-undang yang dilanggar dalam tindakan yang disebutnya 'bodoh'.

Para pendukung Sultan Jamalul Kiram III mendarat di negara bagian Sabah itu dengan menggunakan perahu motor dan 30 di antaranya bersenjata.

Kepolisian Malaysia mengepung kemah yang mereka dirikan dan meminta agar para pendatang meninggalkan tempat itu namun ditolak. 

Malaysia Masih Bayar Sewa

Seorang saudara Sultan, Agbinuddin Kiram -yang ikut dalam kelompok pendatang tersebut- mengatakan mereka tidak melanggar undang-undang apapun karena Sabah dimiliki oleh Kesultanan Sulu.

Halaman:


25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X