Kompas.com - 26/02/2013, 17:04 WIB
|
EditorJosephus Primus

KOMPAS.com - Kelompok masyarakat madani Mali meneken perjanjian mengutamakan perdamaian dan persatuan di negara tersebut. Menurut warta AP pada Selasa (26/2/2013), kelompok yang terdiri dari aktivis sosial politik, profesional, dan religius menolak semua perang yang dikobarkan di Mali oleh Al Qaeda, JIhad Afrika Barat, Boko Haram, dan Gerakan Pembebasan Azawad (MNLA).

Kesepakatan itu menjadi awal dari dialog damai yang akan berlangsung di Mali. Dialog itu akan mengedepankan integritas teritorial Mali dan kemampuan mengurus diri sendiri.

Gerakan ini dipimpin oleh Mountaga Tall, anggota parlemen Mali yang menjadi ketua dari Gerakan Selamatkan Mali (CSM). Gerakan CSM dideklarasikan pascakudeta di Mali pada 22 Maret 2012.

 

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email



26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.