Fidel Castro Beri "Lampu Hijau" untuk Reformasi

Kompas.com - 26/02/2013, 01:33 WIB
EditorHindra

HAVANA, KOMPAS.com — Fidel Castro dan Partai Komunis Kuba memberikan "lampu hijau" bagi sebuah reformasi kepemimpinan dengan membolehkan pemimpin dari generasi muda untuk memerintah negara tersebut, lapor media setempat, Senin (25/2/2013).

Sesuai perkiraan, sidang Majelis Nasional Kuba yang berlangsung pada Senin kembali memilih adik Fidel, Raul Castro, sebagai pemimpin negara dengan partai tunggal itu untuk periode lima tahun keduanya.

Namun, majelis tersebut juga mempromosikan Miguel Diaz-Canel (52), yang juga anggota Dewan Pemerintah, untuk menjadi wakil presiden. Dengan demikian, Canel menjadi orang kedua di rezim pemerintahan Kuba.

Harian resmi Granma melaporkan, perubahan itu telah disetujui dalam rapat komite pusat Partai Komunis, Minggu, yang anggotanya tidak mengalami perubahan.

Fidel Castro (86) menghadiri rapat Partai Komunis tersebut, sementara sebelumnya Majelis Nasional telah terpilih pada 3 Februari tanpa kandidat oposisi yang mendapat kursi.

Majelis Nasional memilih 31 anggota Dewan Pemerintah, badan eksekutif tertinggi di Kuba, dengan Raul Castro yang kembali terpilih sebagai presiden.

Diaz-Canel sebelumnya telah memiliki jabatan, tetapi kemudian dipromosikan menjadi wakil presiden pertama, menggeser tokoh veteran era revolusi Castro yang berperan dalam sejarah rezim yang berkuasa saat ini.

Diaz-Canel tergolong muda jika dibandingkan tokoh lain yang berada dalam Dewan Pemerintah yang berisikan para pemimpin revolusioner dengan usia rata-rata 80 tahun.

Jika kelak memimpin Kuba, Diaz-Canel akan menjadi pemimpin pertama dari rezim yang selalu dipimpin oleh Castro bersaudara sejak Januari 1959.

Diaz-Canel diproyeksikan menggantikan Raul Castro, yang akan berusia 82 tahun pada Juni mendatang, jika sang presiden menyelesaikan masa jabatannya pada 2018.

Raul Castro sendiri pada Minggu telah mengumumkan pengunduran dirinya setelah masa jabatan kedua sebagai presiden berakhir pada 2018.

Castro membuat pengumuman itu dalam pidato yang disiarkan secara nasional sesaat setelah Majelis Nasional Kuba memilih dia untuk masa jabatan lima tahun kedua pada pembukaan sidang parlemen baru. 

Fidel Castro mundur dari posisinya sebagai pemimpin Kuba pada 2006, yang digantikan Raul Castro untuk sementara hingga secara resmi mengambil alih pemerintahan pada 2008.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Wabah Virus Corona: Jerman Umumkan Penularan Antar-manusia Pertama

Wabah Virus Corona: Jerman Umumkan Penularan Antar-manusia Pertama

Internasional
Quraish Shihab Terima Penghargaan Bintang Tanda Kehormatan dari Mesir

Quraish Shihab Terima Penghargaan Bintang Tanda Kehormatan dari Mesir

Internasional
'Teman Saya Batuk, Orang-orang Melirik dan Menghindar Mas'

"Teman Saya Batuk, Orang-orang Melirik dan Menghindar Mas"

Internasional
Pria Jepang yang Tak Pernah ke China Terkena Virus Corona

Pria Jepang yang Tak Pernah ke China Terkena Virus Corona

Internasional
Asal Wabah Virus Corona yang Mematikan Terungkap

Asal Wabah Virus Corona yang Mematikan Terungkap

Internasional
China Akui Kekurangan Alat-alat Medis untuk Perangi Virus Corona

China Akui Kekurangan Alat-alat Medis untuk Perangi Virus Corona

Internasional
Arab Saudi Larang Warga Israel untuk Berkunjung

Arab Saudi Larang Warga Israel untuk Berkunjung

Internasional
Korban Meninggal karena Virus Corona di China Melonjak Jadi 106 Orang

Korban Meninggal karena Virus Corona di China Melonjak Jadi 106 Orang

Internasional
Virus Corona Merebak, 16 Negara di Dunia Umumkan Kasus Positif

Virus Corona Merebak, 16 Negara di Dunia Umumkan Kasus Positif

Internasional
Jerman Umumkan Kasus Pertama Virus Corona di Negaranya

Jerman Umumkan Kasus Pertama Virus Corona di Negaranya

Internasional
[POPULER INTERNASIONAL] Perkembangan Korban Meninggal Virus Corona | 3 Roket Hantam Kedubes AS di Irak

[POPULER INTERNASIONAL] Perkembangan Korban Meninggal Virus Corona | 3 Roket Hantam Kedubes AS di Irak

Internasional
Berkendara Sambil Mandi, 2 Pria di Vietnam Didenda Rp 1 Juta

Berkendara Sambil Mandi, 2 Pria di Vietnam Didenda Rp 1 Juta

Internasional
Hubungan Mulai Mesra, Israel Izinkan Warganya Pergi ke Arab Saudi secara Resmi

Hubungan Mulai Mesra, Israel Izinkan Warganya Pergi ke Arab Saudi secara Resmi

Internasional
Sibuk Merawat Pasien Virus Corona, Tim Medis Pakai Popok Dewasa

Sibuk Merawat Pasien Virus Corona, Tim Medis Pakai Popok Dewasa

Internasional
Ibu Ini Dituduh Bunuh Bayinya yang Baru Lahir dengan Dimasukkan ke Mesin Cuci

Ibu Ini Dituduh Bunuh Bayinya yang Baru Lahir dengan Dimasukkan ke Mesin Cuci

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X