Paus: Saya Melayani dengan Dedikasi yang Sama

Kompas.com - 25/02/2013, 07:27 WIB
EditorEgidius Patnistik

VATIKAN, KOMPAS.com - Paus Benediktus XVI menyampaikan berkat mingguan terakhirnya di depan puluhan ribu umat Katolik yang memadati Lapangan Santo Petrus, Vatikan, Minggu (24/2). Dari jendela apartemennya, Paus mengatakan, dirinya tak akan meninggalkan gereja setelah mengundurkan diri dari jabatan serta akan menjalani hidup dengan meditasi dan berdoa.

”Tuhan meminta saya untuk mendedikasikan diri lebih banyak lewat meditasi dan doa. Ini bukan berarti saya meninggalkan gereja. Jika Tuhan meminta saya melakukan ini, saya akan melayani dengan dedikasi dan kasih yang sama, tetapi dengan cara yang lebih sesuai dengan usia dan kondisi saya,” ujar Paus, menyinggung rencananya setelah mundur dari takhta kepausan.

Meski terlihat lelah, Paus berusia 85 tahun itu berbicara dengan jelas, dengan suara yang kuat. Berulang kali Paus yang akan mengundurkan diri secara resmi pada Kamis, 28 Februari, pukul 20.00 waktu Vatikan itu menyampaikan terima kasih atas dukungan dan kedekatan umat yang hadir.

Paus menutup berkat singkatnya dengan ucapan, ”Kita akan tetap dekat!” yang tidak terdapat dalam teks yang dibacanya.

Hampir seratus ribu orang yang hadir di Lapangan Santo Petrus berulang kali menginterupsi pesan Paus dengan sorakan dan tepuk tangan, terutama saat pemimpin tertinggi umat Katolik itu berbicara dengan bahasa negara mereka.

Jumlah orang yang hadir ini jauh lebih banyak dari peziarah yang biasanya hadir saat Paus menyampaikan berkat Angelus setiap Minggu tengah hari waktu setempat.

Umat membawa sejumlah spanduk, yang antara lain bertuliskan ”Bapa Suci, Kami Mengasihi Anda”. Pada spanduk lainnya tertulis ”Terima Kasih, Bapa Suci”.

”Saya datang untuk mendukung Paus dan memohon berkat,” ujar Joao-Paulo (26), yang datang bersama rekan-rekannya sesama seminaris dari Brasil.

Bigit Marschall (37), seorang guru asal Jerman, memuji Paus yang berbicara dengan bahasa yang mudah dipahami orang awam. ”Dia intelektual yang berbicara dengan bahasa sederhana, yang menulis apa yang ada di hati kami,” ujarnya.

Benediktus XVI mengejutkan dunia dua pekan lalu saat mengumumkan niatnya untuk mundur. Pengunduran dirinya mengakhiri masa kepausan selama delapan tahun yang diwarnai skandal pelecehan seksual dan upaya untuk menahan bangkitnya sekularisme di dunia Barat.

Setelah mundur, Paus yang terlahir dengan nama Joseph Ratzinger ini akan tinggal sekitar dua bulan di tempat peristirahatan kepausan di Castel Gandolfo sebelum menjalani meditasi dan doa di Biara Mater Ecclesiae di dalam Vatikan.

Keamanan semakin diperketat di Vatikan menjelang mundurnya Paus. Sekitar 100 polisi dan penembak jitu disiagakan di sekitar Basilika Santo Petrus saat para kardinal dari seluruh dunia mulai berdatangan ke Vatikan.

Sehari sebelumnya, Sekretariat Negara Vatikan mengambil langkah tidak biasa dengan mengeluarkan pernyataan resmi yang mengecam ”berita yang sepenuhnya keliru” terkait beredarnya sejumlah isu tentang alasan pengunduran diri Paus. (AP/AFP/Reuters/was)

Baca tentang


    Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
    Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
    Laporkan Komentar
    Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

    Terkini Lainnya

    Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

    Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

    Internasional
    Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

    Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

    Internasional
    Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

    Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

    Internasional
    Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

    Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

    Internasional
    Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

    Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

    Internasional
    Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

    Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

    Internasional
    Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

    Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

    Internasional
    [KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

    [KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

    Internasional
    Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

    Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

    Internasional
    Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

    Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

    Internasional
    Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

    Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

    Internasional
    Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

    Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

    Internasional
    Muncul Lagi di Hadapan Publik, Paus Fransiskus Mengaku Terserang Demam

    Muncul Lagi di Hadapan Publik, Paus Fransiskus Mengaku Terserang Demam

    Internasional
    Virus Corona di Iran Menyebar Cepat, 54 Orang Meninggal

    Virus Corona di Iran Menyebar Cepat, 54 Orang Meninggal

    Internasional
    Paus Fransiskus Muncul untuk Pertama Kalinya sejak Dikabarkan Sakit

    Paus Fransiskus Muncul untuk Pertama Kalinya sejak Dikabarkan Sakit

    Internasional
    komentar di artikel lainnya
    Close Ads X