Kompas.com - 23/02/2013, 23:21 WIB
EditorErvan Hardoko

BAMAKO, KOMPAS.com - Pertempuran baru pecah di wilayah utara Mali, Sabtu (23/2/2013), antara etnis Tuareg dan kelompok bersenjata yang belum diketahui identitasnya.

Para pemberontak Tuareg dari Gerakan Pembebasan Nasional Azawad (MNLA) memerangi apa yang dikatakan sejumlah sumber "nampak seperti para pejuang Arab" di dekat kota Tessalit, lokasi bom mobil menewaskan tiga orang pada Jumat (22/2/2013).

Kawasan pegunungan antara Tessalit dan Kidal adalah wilayah yang secara strategis sangat penting. Kawasan ini menjadi tempat pertahanan terkuat pemberontak Tuareg dan digunakan pasukan pemberontak Islam yang kabur dari kejaran pasukan Perancis.

Sementara itu, Gerakan untuk Kesatuan dan Jihad di Afrika Utara (MUJAO) mengklaim bertanggung jawab atas aksi bom mobil di In-Khalil dekat Tessalit.

MUJAO mengatakan bom mobil itu memang diarahkan kepada para anggota MNLA yang bekerja sama dengan pasukan Perancis yang memerangi pemberontak Islam di wilayah utara Mali.

"Lewat bom mobil yang ditujukan untuk elemen MNLA di In-Khalil, MUJAO bertekad untuk memerangi para pengkhianat," ujar juru bicara MUJAO, Adnan Abu Walid Sahraoui.

"Bamako, Ouagadougou (Burkina Faso) dan Niamey (Niger) adalah kawasan yang diincar para pengebom bunuh diri kami yang sudah merencanakan serangan," tambah Abu Walid.

Abu Walid juga menyerukan agar kelompok yang menyandera warga Perancis di kawasan Sahel dan Niger membunuh tawanan mereka sebagai pembalasan terhadap Perancis, yang ditudingnya memerangi Islam dan umat Muslim.

Sebelumnya, pasukan Chad yang juga ikut membantu Mali memerangi pemberontak kehilangan 13 prajuritnya saat terlibat bentrokan dengan pemberontak Islam di wilayah pegunungan Ifoghas. Dalam bentrokan itu, 65 anggota pasukan pemberontak juga tewas.

 

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

 
Pilihan Untukmu


Video Pilihan

26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.