Pelajaran dari Paus Benediktus XVI

Kompas.com - 23/02/2013, 02:28 WIB
Editor

Meski selesai ditulis tahun 1513, Il Principle baru diterbitkan tahun 1532, saat Machiavelli telah wafat. Penerbitan Il Pinciple tahun 1532 seperti sia-sia. Reformasi Gereja Katolik (pemisahan Kristen Protestan dari Gereja Katolik) sudah terjadi.

Tahun 1521, Gereja Katolik Jerman memisahkan diri dari Vatikan akibat ekskomunikasi terhadap Pastor Martin Luther. Kemudian John Calvin di Perancis (sekarang Swiss) tahun 1530 memisahkan diri dari Vati- kan dan mendirikan Gereja Kalvinis. Tahun 1534, menyusul Gereja Katolik Inggris menyatakan pisah dari Vatikan menjadi Anglikan.

Negara agama

Pemisahan Gereja Katolik Inggris dari Vatikan bukan semata-mata akibat Henry VIII, melainkan karena rakyat gerah dengan korupsi dan kesewenang- wenangan kekuasaan negara yang menyatu dengan kekuasaan agama. Di Indonesia, Gereja Kristen dengan nama daerah, misalnya Gereja Kristen Jawa, Sunda, Manado, beraliran Kalvinis. Sebagai jajahan Belanda, Gereja Kalvinis diberi prioritas utama masuk Indonesia. Gereja Katolik Belanda banyak yang jadi Kalvinis akibat penguasaan Perancis atas Belanda tahun 1795–1814.

Gereja Lutheran di Indonesia (Huria Kristen Batak Protestan, HKBP) tumbuh tanpa campur tangan Pemerintah Hindia Belanda, sementara Anglikan tak berkembang. Gereja Anglikan di Jakarta berada di selatan Patung Pak Tani.

Setelah reformasi, gereja terus tersegmentasi menjadi ratusan, baik pemisahan gereja hasil reformasi, Gereja Katolik, maupun Ortodoks. Meski terlambat, Gereja Katolik mau introspeksi pascareformasi dengan penyelenggaraan Konsili Trent (Italia), antara 1553 dan 1569. Banyak perubahan dihasilkan Konsili Trent. ”Penemuan” benua baru (Amerika) dan eksplorasi ke selatan Afrika serta pelayaran ke Asia mengakibatkan perhatian Gereja Katolik tertuju ke benua baru itu.

Kelahiran Tarekat Imam Katolik Serikat Jesus pada 1540 serta aktivitas misi antara lain juga diakibatkan gerakan Kontra Reformasi. Gereja Katolik terus berubah, terutama dengan melepaskan diri dari kekuasaan negara. Perang Dunia I dan II membantu perubahan ini. Takhta Kepausan (Kekaisaran Romawi Suci) dengan wilayah seluruh Eropa runtuh, tinggal menjadi negara kota.

Meski masih berstatus negara, sekarang Vatikan hanya berwilayah 0,44 kilometer persegi dengan jumlah penduduk 836 jiwa. Paus lebih berfungsi sebagai pemimpin tertinggi Gereja Katolik dan bukan penguasa Kekaisaran Romawi Suci. Negara agama pada dasarnya hanyalah pengelabuan publik bahwa penguasa boleh berbuat apa saja, bukan atas nama rakyat, melainkan atas nama Tuhan.

Benediktus XVI, paus ke-265 ini, memberi pelajaran bahwa kekuasaan keagamaan pun tak harus dipegang seumur hidup. Gregorius XII mundur sebagai paus pada 1415. Setelah 60 paus, selang 598 tahun, Benediktus XVI mengingatkan kembali tentang kegagalan negara agama, juga tentang kekuasaan keagamaan yang tak harus dikukuhi sampai mati.

F Rahardi Sastrawan

Halaman:


25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X