Kompas.com - 21/02/2013, 19:32 WIB
EditorErvan Hardoko

NAIROBI, KOMPAS.com - Sekelompok orang bersenjatakan senapan mesin AK-47 menyerang sebuah masjid di kota Garissa, Kenya Timur, Kamis (21/2/2013), menewaskan tujuh orang. Serangan ini terjadi hanya dua pekan menjelang pemilu presiden di negeri itu.

Para korban terdiri atas lima orang pria yang sedang menjalankan ibadah di dalam masjid. Korban lainnya adalah dua perempuan yang memeriksa keributan di masjid.

"Motif penyerangan belum diketahui," kata Komisioner Polisi Garissa, Maalim Mohammed.

Serangan itu terjadi di sebuah desa kecil Maayleey yang terletak sekitar 50 km dari perbatasan dengan Somalia. Mohammed mengatakan aparat keamanan Kenya saat ini tengah melakukan pengejaran terhadap para tersangka pelaku.

Wilayah timur Kenya khususnya di dekat perbatasan dengan Somalia kerap mendapat serangan teror. Serangan itu diduga dilakukan kelompok militan Somalia Al-Shabab yang berikrar untuk menyerang Kenya sejak negara itu mengirimkan tentaranya ke Somalia pada 2011 lalu.

Serangan yang terjadi hanya dua pekan menjelang pemilihan presiden Kenya pada 4 Maret mendatang, menimbulkan kekhawatiran Al-Shabab akan mencoba mengganggu jalannya pemilihan umum.

Akhir pekan lalu, seorang anggota kelompok militan tewas di Garissa saat bom yang ditanamnya meledak. Bom itu ditanam di salah satu lokasi tempat seorang kandidat presiden Kenya akan melakukan kampanye.

 

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

 
Pilihan Untukmu


Video Pilihan

26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.