Kompas.com - 21/02/2013, 07:09 WIB
EditorEgidius Patnistik

BRUSSELS, KOMPAS.com - Keamanan bandar udara dan sistem perdagangan berlian di Belgia dipertanyakan, Selasa (19/2), setelah sebuah perampokan berlian yang spektakuler terjadi di Bandara Zaventem, Brussels, Senin malam lalu. Para pedagang berlian bahkan meminta penambahan pengamanan di bandara tersebut.

”Ini sungguh sangat mengkhawatirkan bahwa seseorang bisa benar-benar mengendarai dua mobil masuk ke bandara, melakukan perampokan itu, kemudian pergi tanpa dicegah,” ujar Philip Baum, konsultan keamanan penerbangan asal Inggris, Selasa.

Baum mempertanyakan bagaimana pagar bandara bisa dijebol pelaku dan mengapa respons terhadap peristiwa tersebut terkesan lamban. Dia khawatir kelemahan pengamanan serupa bisa dimanfaatkan oleh kelompok teroris.

Juru bicara Bandara Zaventem, Jan Van der Cruysse, menegaskan, pihaknya telah mengikuti standar keamanan internasional yang ketat.

Perampokan itu terjadi di landasan di dalam kompleks bandara yang dijaga ketat. Delapan perampok yang mengenakan seragam polisi dan menggunakan dua mobil van warna hitam yang dilengkapi lampu biru seperti mobil polisi bisa menembus pengamanan bandara.

Kedua mobil tersebut kemudian melaju dengan kecepatan tinggi ke sebuah pesawat penumpang yang sedang bersiap tinggal landas. Para perampok bertopeng itu langsung menodongkan senapan mesin mereka ke arah para petugas dari perusahaan keamanan Brinks yang baru saja memuat puluhan kotak berlian ke dalam pesawat.

Mereka kemudian membuka pintu kargo pesawat, menjarah 120 kotak berisi berlian bernilai sekitar 50 juta dollar AS (Rp 485 miliar), lalu segera pergi. Juru bicara Kantor Kejaksaan Brussels, Anja Bijnens, mengatakan, seluruh proses perampokan berlangsung sekitar lima menit.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Selama proses tersebut, tak satu pun peluru ditembakkan sehingga tak seorang pun terluka. Sebanyak 29 penumpang yang berada di dalam pesawat Fokker 100 tujuan Swiss tersebut juga mengaku sama sekali tidak melihat aksi perampokan itu.

Pusat berlian

Pihak berwajib mengatakan, paket yang dirampok terdiri atas berlian-berlian yang sudah diasah ataupun yang masih mentah. Berlian-berlian itu berasal dari pusat perdagangan berlian di kota Antwerpen, Belgia, dan sedang dikirim ke sejumlah pembeli di Swiss.

Caroline De Wolf, juru bicara Antwerp World Diamond Center, mengatakan, perampokan tersebut termasuk yang terbesar dalam sejarah. Insiden tersebut juga memukul pusat perdagangan berlian di Antwerpen, yang selama ini membanggakan diri sebagai salah satu kota teraman di Belgia.

”Insiden ini memicu kegelisahan. Sungguh menakjubkan bagaimana perampokan itu terjadi dengan sangat mudah. Ini mengkhawatirkan dari segi persaingan karena pusat-pusat perdagangan berlian lain sudah mengincar untuk menggantikan posisi kami,” tutur De Wolf.

Hingga Selasa malam, polisi baru menemukan bangkai salah satu mobil yang digunakan pelaku dalam keadaan terbakar di dekat Brussels. Muncul spekulasi bahwa aksi para perampok mendapat bantuan dari ”orang dalam”.(AP/AFP/Reuters/DHF)



26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.