Kompas.com - 20/02/2013, 11:27 WIB
EditorErvan Hardoko
KANSAS CITY, KOMPAS.com - Sebuah ledakan gas terjadi di kawasan perbelanjaan di kota Kansas, AS, Selasa (19/2/2013) malam, mengakibatkan setidaknya 14 orang terluka.

Seorang pejabat kota mengatakan kontraktor pembangunan diduga ikut menyebabkan terjadinya ledakan tersebut.

Sebelumnya, kepolisian Kansas mengatakan ledakan disebabkan sebuah mobil yang menabrak sebuah pipa gas sekitar pukul 18.00 waktu setempat. Namun, pemadam kebakaran mengatakan tidak menemukan tanda-tanda adanya tabrakan di lokasi ledakan.

Sejumlah saksi mata menyatakan mereka melihat tanda yang menunjukkan tengah terjadi pekerjaan perbaikan di kawasan tersebut.

Sersan Tony Sanders dari Kepolisian Kansas mengatakan manajer restoran JJ yang hancur akibat ledakan tak bisa memastikan kondisi tiga orang tamu yang ada di dalam rumah makannya itu. Belum diketahui apakah ketiga orang itu terjebak dalam ledakan atau sudah pergi sebelum insiden itu terjadi.

"Hal pertama yang harus kita pikirkan adalah warga yang terluka," kata Wali Kota Kansas Sly James sambil menambahkan pemerintah sudah bekerja sama dengan Missouri Gas Energy.

Rumah Sakit Universitas Kansas menyatakan tengah merawat lima orang korban luka akibat ledakan itu.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

"Satu orang dalam kondisi kritis. Dua orang dalam kondisi serius, dua orang lainnya tak lama lagi bisa meninggalkan rumah sakit," kata juru bicara rumah sakit, Bob Hallinan.

"Semua korban menderita patah tulang dan bukan luka bakar atau gangguan pernafasan akibat menghirup asap," tambah Hallinan.

Sementara itu, Rumah Sakit St Luke yang berada tak jauh dari lokasi ledakan mengatakan sejumlah korban dikirim ke rumah sakit itu.

"Semua korban berada dalam kondisi serius," kata juru bicara RS St Luke, Kerry O'Connor.

Sejauh ini, belum diperoleh keterangan terkait masalah ini dari Missouri Gas Energy, perusahaan penyedia pasokan gas di Negara Bagian Missouri.

Kawasan perbelanjaan Kansas ini dibangun pada 1922, terinspirasi arsitektur kota Sevilla, Spanyol. Di kawasan ini terdapat deretan toko, rumah-rumah makan, apartemen dan perkantoran.

 

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.