Kompas.com - 19/02/2013, 18:31 WIB
EditorErvan Hardoko

BERLIN, KOMPAS.com — Mahkamah Konstitusi Jerman, Selasa (19/2/2013), memutuskan bahwa pasangan sesama jenis atau gay yang sudah menikah bisa mengadopsi anak layaknya pasangan suami istri biasa.

Mahkamah konstitusi yang berpusat di kota Kalsruhe memutuskan bahwa aturan saat ini yang melarang pasangan gay mengadopsi anak melanggar konsitusi negara.

Asosiasi Keluarga Jerman (DFV) menyatakan, mental seorang anak bisa terganggu jika dibesarkan oleh pasangan sesama jenis. Namun, saksi ahli yang digunakan mahkamah menyatakan, adopsi "menciptakan efek psikologis yang lebih stabil". Hal itulah yang menjadi pertimbangan utama.

Mahkamah Konstitusi Jerman memutuskan masalah ini berdasarkan dua kasus yang melibatkan pasangan sesama jenis.

Kasus pertama adalah pasangan lesbian yang sudah mengurus seorang bocah kelahiran Bulgaria, tetapi dilarang secara resmi mengadopsi anak itu.

Dalam kasus lain, seorang pria gay yang dilarang mengadopsi seorang bocah kelahiran Romania.

Asosiasi Gay dan Lesbian Jerman (LSVD) menyambut baik putusan Mahkamah Konstitusi itu dan menyerukan agar Kanselir Jerman Angela Merkel menghentikan kebijakan yang mereka sebut sebagai "diskriminasi terhadap pasangan hidup".

Jerman mengesahkan hubungan sesama jenis kelamin pada 2001 yang menjamin mereka memiliki hak yang sama seperti pasangan suami istri, kecuali masalah pajak dan adopsi.

 

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.