Kompas.com - 19/02/2013, 11:37 WIB
EditorEgidius Patnistik

JERUSALEM, KOMPAS.com Seorang tentara Israel memicu kemarahan setelah mengunggah foto yang sepertinya memperlihatkan kepala seorang bocah Palestina di titik bidik sebuah senapan.

Foto itu diunggah di halaman Instagram pribadi penembak jitu (sniper) Mor Ostrovski, tetapi kemudian dihapus dan akunnya ditutup.

Tentara Pertahanan Israel kini berjanji untuk menyelidiki kasus tersebut.

Ostrovski (20 tahun) bertugas di unit penembak jitu dan foto tersebut memperlihatkan tampak belakang seorang anak laki-laki yang sedang duduk di tengah titik sasaran senapan.

Foto tersebut disebut "tak beperasaan dan tidak manusiawi" oleh para aktivis. Situs berbahasa Inggris milik Palestina, The Electronic Intifada, menulis, "Hal itu menyiratkan gagasan bahwa anak-anak Palestina merupakan sasaran."

Tidak ada bukti anak itu kemudian ditembaki dan tidak jelas apakah foto tersebut asli. Situs itu juga menerbitkan sejumlah foto lain dari akun Instagram milik Ostrovski yang memperlihatkan dia berpose dengan berbagai jenis senjata.

Seorang juru bicara Tentara Pertahanan Israel sebagaimana dikutip The Telegraph mengatakan, "Ini sebuah insiden mengerikan yang tidak selaras dengan semangat dan nilai-nilai Tentara Pertahanan Israel. Masalah ini menjadi perhatian para komandan tentara, dan akan diperiksa serta ditangani dengan benar."

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Ostrovski dilaporkan telah mengatakan kepada atasannya bahwa ia tidak mengambil foto itu, tetapi menemukannya di internet.

Breaking the Silence, sebuah organisasi veteran tentara Israel, mengutuk foto itu. Seorang anggota menulis di halaman Facebook kelompok itu, "Seperti inilah pendudukan itu terlihat. Inilah yang terlihat saat militer mengendalikan penduduk sipil."

Ini adalah kasus kontroversial terbaru terkait foto yang diunggah militer Israel di media sosial. Pada Desember lalu, The Electronic Intifada menggungah foto dari seorang tentara Israel berusia 22 tahun yang sedang menjilati pisau. Keterangan pada foto itu berbunyi, "Bajingan semua orang Arab, darah mereka lezat."

Seorang tentara Israel telah dipenjara selama 14 hari di penjara militer karena mengunggah foto di Facebook yang menunjukkan dirinya berpose di samping seorang Palestina yang diborgol dan ditutup matanya.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X