Kompas.com - 18/02/2013, 15:05 WIB
EditorErvan Hardoko

PORT MORESBY, KOMPAS.com — Kepolisian Papua Niugini (PNG), Senin (18/2/2013), menetapkan dua orang sebagai tersangka pembunuhan seorang perempuan muda yang dituduh melakukan praktik sihir.

Polisi menganggap Janet Ware dan Andrew Watea sebagai tersangka utama pembunuhan Kepari Leniata (20), yang disiksa dan dibakar sampai mati awal bulan ini.

Leniata dituduh sebagai penyihir oleh kerabat dari seorang bocah laki-laki yang meninggal dunia di rumah sakit beberapa waktu sebelum pembunuhan itu. Jane dan Andrew diyakini polisi adalah ibu dan paman bocah laki-laki yang meninggal dunia itu.

Keduanya bersama 40-an orang lainnya pekan lalu ditahan terkait pembunuhan terhadap Leniata. Puluhan orang lain dibebaskan karena kurangnya barang bukti. Namun, polisi yakin masih bisa mengungkap sejumlah tersangka baru.

Di daerah pedesaan PNG, penyihir selalu diasosiasikan dengan sebuah kemalangan atau kematian yang tak bisa dijelaskan. Namun, pembunuhan brutal terhadap Leniata itu memicu kemarahan di seluruh negeri kawasan Pasifik Selatan dan memicu kecaman dari perdana menteri, kepolisian, dan para diplomat.

Sesuai undang-undang PNG, pembunuhan bisa berujung hukuman mati bagi pelakunya. Namun, sejak PNG merdeka pada 1975, belum pernah sekali pun negeri itu melaksanakan hukuman mati.

 

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.