Kompas.com - 17/02/2013, 10:35 WIB
EditorEgidius Patnistik

Berdasarkan pandangan ini, pada abad ke-17 muncul pelarangan makan daging kuda di sebagian negara Eropa. Pada era Victoria, makan daging kuda sering dikaitkan dengan keputusasaan dan kemiskinan.

Sebaliknya di Perancis, timbul situasi dan keadaan yang berbeda. Pada masa perang Napoleon, penduduk di beberapa kota terpaksa memakan daging yang tersedia di sekitar mereka ketika mereka lapar.

Salah satu pimpinan pasukan Napoleon menyarankan kepada tentara yang lapar agar memakan daging kuda ketika berperang. Ketika revolusi, kuda-kuda yang biasanya dimiliki kaum aristokrat, dibantai oleh rakyat jelata yang tak sanggup membeli daging.

Daging kuda sebagai bahan pangan mulai populer lagi pada pertengahan abad ke-19. Salah satu pendorongnya adalah melangitnya harga daging sapi dan daging babi, serta semakin banyaknya orang miskin.

Tahun 1866, Pemerintah Perancis melegalkan daging kuda sebagai makanan dan dibukalah toko daging yang khusus menjual daging kuda di Paris bagian timur. Toko ini menyediakan daging berkualitas baik dengan harga terjangkau.

Alhasil, viande chevaline alias daging kuda menjadi keharusan dalam kuliner Perancis. Tidak hanya toko daging yang memajang daging kuda, bahkan daging kuda juga dapat dijumpai dengan mudah di berbagai supermarket.

Di tempat lain

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Di beberapa negara lain, kuda bahkan menjadi makanan utama. Misalnya di Meksiko yang merupakan produsen daging kuda nomor dua terbesar di dunia. Meksiko menghasilkan 78.000 ton daging kuda pada tahun 2009. Menurut laporan Organisasi Pangan Dunia, China memproduksi 168.000 ton daging kuda pada tahun 2009.

Daging kuda juga populer di Asia Tengah. Makan daging kuda merupakan salah satu budaya nomaden yang sudah melekat selama ratusan tahun. Di Mongolia, daging kuda sangat digemari khususnya saat musim dingin. Daging kuda diyakini dapat menghangatkan tubuh.

Di Jepang, kita dapat menemukan sashimi kuda. Kuda asap juga sangat populer di Italia.

Halaman:


Video Pilihan

26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.