Kompas.com - 15/02/2013, 20:44 WIB
EditorTri Wahono

MOSKWA, KOMPAS.com — Korban ledakan meteor di wilayah Ural, Rusia bagian tengah, Jumat (15/2/2013), terus bertambah. Laporan terakhir, korban mencapai 950 orang. Semuanya luka-luka dan sejauh ini belum ada laporan korban meninggal dunia.

Seperti dilaporkan kantor berita Rusia RIA Novosti, gubernur setempat Mikhail Yurevich mengatakan, korban 950 orang hanya yang tercatat di Kota Chelyabinsk, belum termasuk wilayah sekitarnya.

Dari korban tersebut, 110 orang harus dirawat di rumah sakit dan 2 di antaranya luka serius. Sebanyak 159 korban di antaranya anak-anak.

Mereka umumnya luka-luka terkena pecahan kaca bangunan yang hancur akibat daya ledakan meteor tersebut. Akademi Sains Rusia sebelumnya memperkirakan, meteor yang meledak seberat 10 ton dan melesat dengan kecepatan supersonik hingga 54.000 kilometer per jam sebelum meledak di ketinggian 30-50 kilometer dari permukaan tanah.

Sebuah pabrik seng di Kota Chelyabinsk porak-peranda. Atap pabrik seluas 600 meter persegi ambrol.

Pemerintah Rusia telah mengerahkan 20.000 petugas tanggap bencana dan 3 helikopter untuk menyisir korban peristiwa tersebut.

Meteor meledak sekitar pukul 09.20 waktu setempat. Beberapa orang sempat merekam detik-detik menjelang ledakan dan mengunggahnya di YouTube.

Saat meteor meledak, sempat terjadi perubahan suhu di sekitar lokasi dari -6 derajat menjadi -18 derajat Celsius dan gelap beberapa saat. Ledakan juga sempat memutus layanan telekomunikasi.

Baca tentang


    25th

    Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

    Syarat & Ketentuan
    Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
    Laporkan Komentar
    Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

    Terkini Lainnya

    komentar di artikel lainnya
    Close Ads X