Cara Swedia Bawa Indonesia kepada Dunia - Kompas.com

Cara Swedia Bawa Indonesia kepada Dunia

Kompas.com - 15/02/2013, 20:09 WIB

KOMPAS.com - Sohor dengan budaya risetnya, Swedia menjadi salah satu mitra Indonesia untuk mengembangkan penelitian pada cabang ilmu pengetahuan alam yang meneliti mengenai makhluk hidup (life sciences). Duta Besar (Dubes) Swedia untuk Indonesia Ewa Polano mengemukakan hal itu pada peresmian tahap akhir pembangunan gedung Indonesia International Institute for Life Sciences (i3L) di Kompleks Kalbis, Pulomas, Jakarta Pusat, kemarin.

Dalam hal ini, kemudian, Swedia menjadi salah satu rekanan Grup Kalbe dalam pembinaan sekolah bertaraf internasional ini. Menurut pendiri Grup Kalbe Dokter Boenjamin Setiawan, pada kesempatan itu, salah satu riset paling menonjol di Swedia adalah pengobatan kanker. Di negara berpopulasi sekitar 9,4 juta jiwa itu, pengobatan kanker sudah menggunakan terapi sistem imunitas. Sederhananya, terapi ini akan membuat sistem kekebalan tubuh berfungsi optimal untuk mencegah pertumbuhan sel kanker dalam tubuh secara alami.

Pada bagian lain, menurut Boenjamin, konsentrasi pada bidang kesehatan, termasuk riset, menjadi hal penting. "Soalnya, hidup tanpa kesehatan adalah sia-sia,"kata pria yang resmi mendirikan Grup Kalbe pada 10 September 1966 ini.

Menurut sosok yang karib dipanggil Dokter Boen ini, pemerintah mestinya menempatkan konsentrasi bidang kesehatan hingga 15 persen dari produk domestik bruto (GDP). Sementara, catatan dari Ewa Polano menunjukkan kalau negerinya memang sudah mencanangkan porsi dari GDP tersebut.

Sampai dengan akhir 2011, GDP Swedia menyentuh angka 538 miliar dollar AS. Pada kuartal ketiga 2012, angka ini tumbuh 0,5 persen ketimbang dua kuartal sebelumnya.

Pihak KLBF sendiri, dalam catatannya, mengatakan kalau institusi i3L yang bakal rampung pembangunannya pada Juni 2013 akan membantu mengurangi hengkangnya sekitar 76.000 lulusan sekolah menengah atas belajar ke luar negeri. Kalau seluruh siswa itu memilih belajar di dalam negeri lantaran sudah ada sekolah-sekolah berkualitas, akan ada penghematan devisa negara hingga 2 miliar dollar AS.

Lebih dari itu, pihak Kalbe dan Swedia menyambut baik kerja sama tersebut. Hubungan di bidang pengembangan life sciences diyakini kedua pihak bisa membawa Indonesia ke pentas dunia. "Kerja sama ini merupakan hubungan yang baik yang mempererat hubungan Indonesia dan Swedia,"demikian Dubes Ewa Polano.

 


EditorJosephus Primus

Close Ads X