Kompas.com - 13/02/2013, 18:21 WIB
Penulis Sandro Gatra
|
EditorPalupi Annisa Auliani

JAKARTA, KOMPAS.com - Pemerintah Indonesia sangat prihatin dan mengecam sikap Korea Utara yang tetap menggelar uji coba senjata nuklir ketiga pada Selasa (12/2/2013). Padahal, berbagai pihak telah menghimbau agar Korea Utara mematuhi seluruh resolusi Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa.

"Tindakan yang patut dikecam tersebut berisiko semakin memperluas penyebaran senjata pemusnah massal dan berpotensi menciptakan ketidakstabilan di kawasan. Itu adalah hal yang tidak dapat diterima," kata Menteri Luar Negeri Marty Natalegawa dalam siaran pers, Rabu ( 13/2/2013 ).

Marty mengatakan, dalam situasi kritis saat ini, sangat penting bagi semua pihak untuk menahan diri dari berbagai aktivitas yang akan berdampak buruk terhadap perdamaian dan stabilitas. Untuk saat ini, kata dia, lebih baik mengedepankan diplomasi dan dialog dalam upaya memastikan perdamaian dan stabilitas di Semenanjung Korea.

"Indonesia menyerukan segera dimulainya kembali Six Party Talks dan digunakannya berbagai mekanisme dialog lainnya termasuk ASEAN Regional Forum," imbuh Marty.

Seperti diberitakan, pemerintah Korea Utara melalui kantor berita resmi KCNA telah menyampaikan pengumuman resmi tentang uji coba senjata nuklir, sekitar tiga jam setelah sejumlah lembaga pemantau dunia mendeteksi adanya getaran seismik dari wilayah negara tersebut. Dalam pengumuman itu disebutkan kekuatan ledakan yang dihasilkan dalam uji coba kali ini jauh lebih besar dibandingkan dengan dua tes serupa pada 2006 dan 2009 .

Disebutkan, tes menggunakan peralatan nuklir yang lebih ringan dan diperkecil, tetapi dengan daya ledak lebih besar dari sebelumnya tetapi tak berdampak negatif terhadap ekologi lingkungan sekitar.  Juru bicara Kementerian Luar Negeri Korea Utara menyatakan, uji coba kali ini sebagai respons pembelaan diri dalam menghadapi ancaman dan sikap bermusuhan yang diperlihatkan Amerika Serikat (AS).

Pemerintah Korea Utara menegaskan tidak akan ragu melakukan langkah-langkah yang jauh lebih keras apabila Washington terus menunjukkan sikap agresif terhadap Pyongyang. "Jika AS terus menunjukkan sikap bermusuhan dan memperumit keadaan, kami terpaksa akan merespons dengan lebih keras. Tes nuklir kali ini hanya respons pertama kami, yang dilakukan dengan tetap menahan diri sepenuhnya," tutur juru bicara Kementerian Luar Negeri Korut, yang tak disebutkan namanya.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

 
Pilihan Untukmu


Video Pilihan

26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.