Kompas.com - 13/02/2013, 13:37 WIB
EditorLatief

KOMPAS.com — Rencana pengunduran diri Paus Benediktus XVI yang baru diumumkan Senin (11/2/2013) tampaknya sudah diketahui sejak beberapa bulan lalu. Hal ini terlihat dari pekerjaan renovasi gedung empat lantai yang menempel dengan biara di pinggiran utara Taman Vatikan.

Gedung tersebut merupakan bagian dari biara Mater Ecclesiae. Belum jelas berapa lama Paus Benediktus XVI akan tinggal di biara tersebut.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Menurut situs National Geographic, biara Mater Ecclesiae didirikan pada 1992 oleh Paus Yohanes Paulus II. Pembangunan biara ini dimaksudkan sebagai "rumah bagi biara internasional untuk hidup kontemplatif di dalam dinding Vatikan".

Biara Mater Ecclesiae menampung komunitas kecil berisi biarawati yang bertugas menyediakan pendampingan spiritual pada Paus dan Gereja Katolik Roma. Mereka melakukan pelayanan iman dengan berdoa dalam bahasa Latin dan bernyanyi lagu-lagu Gregorian. Selain itu, mereka bertugas menyulam pakaian-pakaian kepausan, merawat kebun buah organik kecil, serta merawat taman di dekat tempat tinggalnya.

Berdasarkan situs resmi Vaticanstate.va, Taman Vatikan merupakan taman pertama yang ada di Vatikan. Dalam situs yang sama juga disebutkan bahwa bangunan biara yang akan menjadi rumah bagi Paus Benediktus XVI di Taman Vatikan ini secara khusus didesain dalam harmoni dengan ide klasik mengenai "seni suci". Tujuannya untuk menemukan keseimbangan antara atmosfer sebuah tempat dan tema gerejawi.

Bangunan ini merupakan penambahan dari gardener's residence atau tempat tinggal tukang kebun. Pengerjaan area tersebut, yang dimulai pada 1992, melibatkan penghancuran dan pembangunan kembali interior gedung.

Secara umum, rencana pembangunannya berdasarkan dari desain geometris yang menyerap dan mengintegrasikan struktur lama dari tempat tinggal tukang kebun tersebut. Strukturnya secara radikal dibentuk kembali untuk menyediakan ruang bagi pembuatan empat lantai.

Untuk pembagiannya, lantai dua dan tiga menjadi tempat bagi 12 ruang biara. Lantai dasar serta ruang bawah tanah menjadi tempat bagi komunitas. Penambahan dua lantai seluas 450 meter persegi ini sudah termasuk kapel dan area paduan suara bagi para biarawati. Lantai dasar menjadi lobi dan ruang tamu. Sementara itu, di lantai atasnya terdapat perpustakaan.

Akses menuju lingkungan sekeliling dapat dicapai melalui tangga, menyusuri taman, dan jalan yang tertudung. Pagar kokoh yang ditumbuhi tanaman membuat daerah ini terlindung dari mata di luar pagar.

Namun, biara ini tidak terisolasi dari dunia luar. Pengunjung biara ini dapat masuk lewat gerbang besar. Elemen dekoratif berasal dari penggunaan kaca patri dan jubah suci. Kain-kain memenuhi kapel kecil, menciptakan suasana kontemplatif.

Di tempat tersebut juga terdapat sebuah salib indah. Salib di kapel merupakan sumbangan dari pematung Francesco Messina. Ornamen ini memberikan rasa yang kuat atas mistisisme, begitu juga dengan jendela lunette di pastoran yang "mengingatkan akan perjumpaan dengan Tuhan di jalan ke Emaus". Selain itu, jendela samping berisi karya seni simbolis yang mengingatkan atas perintah Tuhan.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca tentang


    26th

    Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

    Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

    Syarat & Ketentuan
    Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
    Laporkan Komentar
    Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
    komentar di artikel lainnya
    Close Ads X
    Lengkapi Profil
    Lengkapi Profil

    Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.