Korut Abaikan Ancaman Dunia

Kompas.com - 13/02/2013, 03:28 WIB
Editor

Seoul, Selasa - Korea Utara nekat menggelar uji coba senjata nuklir ketiga, Selasa (12/2). Pengumuman resmi tentang uji coba itu disampaikan Korut sekitar tiga jam setelah sejumlah lembaga pemantau dunia mendeteksi adanya getaran seismik dari wilayah negara tersebut.

Dalam pengumuman resmi pemerintah negeri komunis itu, yang dilansir kantor berita resmi KCNA, kekuatan ledakan yang dihasilkan kali ini jauh lebih besar dibandingkan dengan dua tes serupa pada tahun 2006 dan 2009.

”Dikonfirmasikan, uji coba nuklir telah dilakukan dengan sangat baik dan sempurna. Menggunakan peralatan nuklir yang lebih ringan dan diperkecil, tetapi dengan daya ledak lebih besar dari sebelumnya. Uji coba tak berdampak negatif terhadap ekologi lingkungan sekitar,” papar pengumuman resmi itu.

Juru bicara Kementerian Luar Negeri Korut menyatakan, uji coba kali ini sebagai respons pembelaan diri dalam menghadapi ancaman dan sikap bermusuhan yang diperlihatkan Amerika Serikat (AS). Pemerintah Korut menegaskan tidak akan ragu melakukan langkah-langkah yang jauh lebih keras apabila Washington terus menunjukkan sikap agresif terhadap Pyongyang.

”Jika AS terus menunjukkan sikap bermusuhan dan memperumit keadaan, kami terpaksa akan merespons dengan lebih keras. Tes nuklir kali ini hanya respons pertama kami, yang dilakukan dengan tetap menahan diri sepenuhnya,” tutur juru bicara Kementerian Luar Negeri Korut, yang tak disebutkan namanya.

Tak peduli

Kenekatan Korut kali ini sekali lagi membuktikan bahwa negeri itu sama sekali tidak takut atau tidak peduli dengan berbagai ancaman sanksi, kecaman dunia, atau bahkan peringatan dari negeri sekutu terdekatnya, China.

”Uji coba kali ini benar-benar mempermalukan China. Mulai sekarang sepertinya China bisa diharapkan untuk menindaklanjuti kejadian ini dengan menerapkan ancaman sanksi lebih berat,” ujar Mark Fitzpatrick dari International Institute for Strategic Studies.

Pengumuman KCNA tentang peralatan nuklir yang digunakan jauh lebih ringan dan kecil juga menjadi indikasi kuat bahwa negeri itu kembali menggunakan unsur plutonium, yang biasa dipakai sebagai bahan aktif hulu ledak peluru kendali nuklir.

Jauh lebih kuatnya daya ledak kali ini, jika dibandingkan dengan tes nuklir sebelumnya, juga diakui Organisasi Traktat Pelarangan Tes Nuklir Komprehensif (CTBTO) yang bermarkas di Vienna, Austria.

CTBTO mendeteksi aktivitas seismik pada pukul 02.57 GMT atau pukul 11.57 waktu setempat di Korea. Getaran gempa bermagnitudo 5,1 juga dideteksi Badan Survei Geologi AS.

Juru bicara Kementerian Pertahanan Korea Selatan, Kim Min-seok, menyebut daya ledak nuklir Korut ini mencapai 6 hingga 7 kiloton TNT. Daya ledak itu jauh lebih besar jika dibandingkan dengan tes nuklir tahun 2006 yang besarannya 1 kiloton TNT dan tahun 2009 yang mencapai 6 kiloton TNT.

Sebagai pembanding, bom nuklir yang dijatuhkan AS di Hiroshima dan Nagasaki, Jepang, pada 1945 berdaya ledak masing-masing 13 kiloton TNT dan 22 kiloton TNT.(BBC/AFP/AP/REUTERS/DWA)



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X