Gagal Jantung Kongestif Jadi Alasan Mundurnya Paus?

Kompas.com - 12/02/2013, 10:00 WIB
EditorLusia Kus Anna

KOMPAS.com — Setelah mengemban tugas sebagai pemimpin Gereja Katolik selama 8 tahun, Paus Benediktus XVI mengumumkan pengunduran dirinya. Kesehatan yang terus menurun menjadi alasan ia melepaskan jabatannya pada akhir Februari 2013.

Dalam pidatonya kepada anggota Dewan Gereja, Benediktus XVI menyatakan, sebagai Paus membutuhkan kekuatan tubuh dan pikiran untuk mengikuti cepatnya perubahan dunia.

"Setelah menelaah kesadaran saya berkali-kali di hadapan Tuhan, saya telah sampai pada suatu kepastian bahwa kekuatan saya, akibat usia tua, tak lagi memadai untuk menjalankan pemerintahan Santo Petrus. Saya sadar sepenuhnya bahwa pemerintahan ini, terkait sifat spiritualnya yang penting, harus dijalankan tak hanya dengan kata-kata dan kebajikan, tetapi juga tak kurang dengan doa dan penderitaan...."

Dr Daniel Simon, direktur University Hospital Harrington Heart and Vascular Institute di Ohio, mengatakan, untuk orang seusia Benediktus XVI (85 tahun) ia kagum dengan beratnya beban tanggung jawab yang harus dipikulnya.

Meski tidak pernah merawat Paus, Simon menduga Paus mengalami gangguan jantung kongestif. "Ini adalah penyakit yang banyak diderita orang seusia beliau. Gagal jantung kongestif menyebabkan kelelahan dan hilangnya kekuatan," kata Simon.

Gagal jantung kongestif terjadi karena adanya jaringan jantung yang rusak sehingga otot jantung tidak dapat memompa cukup banyak darah keluar dari jantung. Akibatnya, aliran darah menuju jaringan dan organ di seluruh tubuh berkurang dan menimbulkan napas yang pendek, kelelahan, serta membengkaknya tumit dan kaki.

Pada tahun 2005, Benediktus XVI terpilih sebagai Paus tertua dalam sejarah ketika ia terpilih dalam usia 78 tahun.

Paus yang terkenal sebagai pemikir gereja ini tidak pernah menyembunyikan kondisi kesehatannya. Ia menderita artritis pada lutut, panggul, dan pergelangan kakinya. Menurut koran Guardian, ia dua kali dirawat di rumah sakit sejak tahun 1990 setelah menderita stroke hemoragik. Serangan stroke itu juga memengaruhi penglihatannya.

Pada bulan Agustus 1992, Paus jatuh tak sadarkan diri dan mengalami perdarahan. Paus juga mengalami stroke kedua kalinya pada bulan Mei 2005. Menurut keterangan resmi Vatikan, hal itu disebabkan karena kondisi jantungnya. "Tidak ada sesuatu yang serius," kata juru bicara Vatikan seperti dikutip ABC News mengenai kondisi Paus saat itu.

Meski begitu, saudara laki-laki Paus, Georg Ratzinger (89), mengatakan bahwa akhir-akhir ini Paus semakin sulit berjalan dan sudah mempertimbangkan untuk mengundurkan diri. "Usia mulai mengalahkannya. Pada usianya sekarang ia ingin lebih banyak waktu beristirahat," katanya.

Halaman:
Baca tentang


    Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
    Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
    Laporkan Komentar
    Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

    Terkini Lainnya

    Kisah Tiga Negara Penikmat Reklamasi

    Kisah Tiga Negara Penikmat Reklamasi

    Internasional
    Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

    Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

    Internasional
    Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

    Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

    Internasional
    Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

    Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

    Internasional
    Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

    Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

    Internasional
    Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

    Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

    Internasional
    Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

    Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

    Internasional
    Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

    Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

    Internasional
    [KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

    [KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

    Internasional
    Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

    Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

    Internasional
    Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

    Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

    Internasional
    Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

    Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

    Internasional
    Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

    Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

    Internasional
    Muncul Lagi di Hadapan Publik, Paus Fransiskus Mengaku Terserang Demam

    Muncul Lagi di Hadapan Publik, Paus Fransiskus Mengaku Terserang Demam

    Internasional
    Virus Corona di Iran Menyebar Cepat, 54 Orang Meninggal

    Virus Corona di Iran Menyebar Cepat, 54 Orang Meninggal

    Internasional
    komentar di artikel lainnya
    Close Ads X