Kompas.com - 11/02/2013, 20:46 WIB
EditorHeru Margianto

Pada tahun 1979, Paus Johanes II dalam kunjungannya ke Meksiko menegaskan, "Konsepsi Kristus sebagai figur politik, seorang revolusioner, seorang pemberontak dari Nazareth, tidak sesuai dengan ajaran Gereja Katolik."

Editor Majalah Jesuit, Pastor Thomas Reese, SJ, seperti dikutip The Christian Science Monitor, mengatakan, dipilihnya Ratzinger oleh 115 "pangeran Gereja" (kardinal) seperti menandakan bahwa para pimpinan Gereja Katolik ingin menjaga kontinuitas ajaran yang diwariskan oleh Paus Johanes Paulus II.

Menurut Reese, pimpinan Gereja seperti ingin mengatakan, "Kami tidak menginginkan perubahan di bidang ajaran atau kebijakan. Ini (keputusan memilih Ratzinger) adalah keputusan untuk melanjutkan sentralisasi Gereja, dan kontrol atas segala hal, tidak ada pernah ada perbedaan dan diskusi."

Dalam 23 tahun kedudukannya sebagai orang yang sangat berperan dalam menentukan doktrin-doktrin Gereja, Ratzinger dikenal sangat konservatif, melemahkan eksperimentasi Gereja dalam memahami nilai-nilai modern. Ia menjadi tidak populer di kalangan teolog progresif. Tidak sedikit para teolog progresif yang dijatuhi hukuman ekskomunikasi atau "dikucilkan" dari Gereja karena gagasan-gagasan mereka dipandang berbeda dengan garis besar haluan Gereja.

Namun, di balik sikapnya yang dikenal konservatif, ia justru awalnya dikenal sebagai teolog yang liberal. Ia berperan dalam arus perubahan Gereja dalam Konsili Vatikan II  (1962-1965). Bagaimana ia berubah dari sosok yang liberal dan progresif menjadi sosok konservatif? Ikuti ceritanya dalam artikel lanjutan Profil Paus Benediktus XVI (2).

 

Perkembangan berita mengenai pengunduran diri paus dapat diikuti dalam topik Paus Benediktus XVI Mengundurkan Diri.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Halaman:
Baca tentang


    Video Pilihan

    26th

    Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

    Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

    Syarat & Ketentuan
    Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
    Laporkan Komentar
    Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

    Terkini Lainnya

    komentar di artikel lainnya
    Close Ads X
    Lengkapi Profil
    Lengkapi Profil

    Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.