Kompas.com - 11/02/2013, 10:25 WIB
EditorErvan Hardoko

MANILA, KOMPAS.com — Buaya air asin terbesar dunia akhirnya mati dalam penangkaran di Bunawan, Provinsi Agusan del Sur, Filipina. Kematian buaya seberat satu ton itu membuat warga kota bersedih.

Buaya raksasa ini diyakini menjadi biang kematian sejumlah orang sebelum tertangkap pada 2011 dan dikirim ke taman wisata yang dibangun untuk menampung hewan buas itu.

Keberadaan buaya raksasa itu langsung menarik wisatawan dan memberikan pemasukan bagi kota berpenduduk 37.000 orang yang berjarak 830 km sebelah tenggara Manila itu.

Wali Kota Bunawan Edwin Cox Elorde mengatakan, buaya yang diperkirakan berusia 50 tahun itu ditemukan dalam posisi terbalik dengan perut membuncit, Minggu (10/2/2013), dan dokter hewan mengumumkan kematian sang buaya beberapa jam setelahnya.

Pemerintah, kata Elorde, akan berusaha untuk mengetahui penyebab kematian buaya itu.

Dokter hewan Alex Collantes mengatakan, dia dan staf taman nasional sebelumnya mencoba menyelamatkan buaya itu dengan memasukkannya ke kolam air hangat. Dia menambahkan, suhu air di kawasan itu memang terbilang dingin dan mungkin berpengaruh terhadap hewan itu.

"Saya sangat sedih. Saya mulai mencintai buaya itu. Dia sudah membawa kota ini dan Filipina terkenal," kata Alex.

Terima kasih telah membaca Kompas.com.
Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Buaya itu ditangkap pada September 2011 yang memicu pesta besar di Bulawan. Namun, kekhawatiran juga muncul karena mungkin masih ada buaya raksasa lain di air payau dan sungai tempat warga mencari ikan.

Buaya raksasa ini berhasil ditangkap menggunakan perangkap dengan kabel baja setelah diburu selama tiga pekan. Buaya ini diyakini memangsa seorang anak dan seorang nelayan pada 2009. Kerbau air juga kerap dimangsa reptil ganas ini.

Setelah tertangkap, butuh 100 orang menarik buaya itu dari air dan kemudian diangkat menggunakan crane ke atas truk. Buaya itu kemudian dinamai Lolong, sesuai nama seorang pejabat Departemen Lingkungan yang meninggal dunia saat membantu penangkapan.

Matinya Lolong ternyata berakibat panjang. Pemerintah Filipina awalnya berencana membangun jalan raya sepanjang 1,9 km ke taman tempat buaya itu dipelihara untuk mengakomodasi jumlah turis yang terus bertambah. Namun, dengan kematian Lolong, tak jelas apakah rencana itu akan dilanjutkan atau tidak.

Buku rekor dunia Guinness secara resmi mengakui Lolong sebagai buaya air asin terbesar di dunia yang hidup dalam penangkaran tahun 2012. Menurut catatan Guinness, buaya itu memiliki panjang 6,17 meter dan berat satu ton.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X