Kompas.com - 11/02/2013, 07:38 WIB
EditorErvan Hardoko

BAMAKO, KOMPAS.com - Pasukan pemberontak Mali menyerang Gao, kota terbesar di wilayah utara Mali, Minggu (10/2/2013).

Serangan yang muncul setelah berturut-turut serangan bom bunuh diri  dua hari berturut-turut ini menandai semakin intensifnya perlawanan pemberontak di kawasan yang berhasil direbut kembali pasukan pimpinan Perancis.

Dalam serangan gerilya berskala besar pertama itu, para pemberontak Gerakan Kesatuan dan Jihad di Afrika Barat (MUJAO) menyerang pasukan Mali di jalanan pusat kota Gao.

Serangan ini membuat warga panik dan harus mencari perlindungan dari desingan peluru AK-47 dan senapan mesin kaliber 14,5 milimeter.

Peluru dari roket peluncur granat (RPG) dan senapan mesin berat terus berhamburan hingga sore hari. Baku tembak berhenti ketika listrik dipadamkan saat malam tiba.

Sebuah helikopter serbu Tiger milik Perancis terlihat berputar-putar di sekitar lokasi baku tembak yaitu di sekitar kantor gubernur dan markas kepolisian Gao.

Pasukan Perancis dan Mali yang menggelar patroli bersama memperingatkan warga Gao bahwa ada kemungkinan sniper atau para penembak jitu pemberontak bersembunyi di kota itu.

"Sejumlah pemberontak tewas," demikian klaim Kolonel Mamadou Sanake dari Angkatan Darat Mali.

Sejauh ini, jumlah korban tewas dalam baku tembak itu belum bisa dipastikan. Selain itu belum diperoleh informasi apakah jatuh korban dari pihak militer Mali.

Sanake mengatakan pemberontak memasuki kota menggunakan sepeda motor dan menyeberangi SUngai Niger, yang melintas dekat kantor gubernur.

Sejumlah saksi mata mengatakan pasukan pemberontak bersembunyi di dalam kantor polisi yang kosong, yang pernah digunakan MUJAO sebagai markas polisi Islam, hingga pasukan Perancis merebut kota itu pada 26 Januari lalu.

Mereka kemudian menyerang pasukan Mali yang melintas. Saat pasukan bantuan datang, para sniper yang bersembunyi di bangunan sekitarnya langsung menembaki pasukan yang baru datang.

MUJAO adalah salah satu kelompok militan yang terkait Al-Qaeda dan sempat menguasai wilayah luas di Mali utara selama 10 bulan sebelum dipukul mundur pasukan gabungan Perancis, Mali dan beberapa negara Afrika Barat.

"Hari ini (Minggu), kami berhasil menyerang pasukan Mali. Yang menyebabkan musuh-musuh Islam bisa memasuki Gao," kata juru bicara MUJAO, Abu Walid Sharaoui.

"Pertempuran akan terus berlanjut hingga mencapai kemenangan. Mujahidin kini berada di dalam kota Gao dan akan tetap di sana," tambah Abu Walid.

 

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca tentang
     
    Pilihan Untukmu


    Video Pilihan

    26th

    Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

    Syarat & Ketentuan
    Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
    Laporkan Komentar
    Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

    Terkini Lainnya

    komentar di artikel lainnya
    Close Ads
    Lengkapi Profil
    Lengkapi Profil

    Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.