Kompas.com - 08/02/2013, 14:47 WIB
EditorErvan Hardoko

BAMAKO, KOMPAS.com - Pasukan Perancis dan Chad terus melakukan tekanan ke kawasan timur laut Mali, di kawasan pegunungan lokasi yang diyakini sebagai tempat persembunyian pemberontak Islam bersama tujuh sandera warga Perancis.

Pasukan kedua negara ini tiba di kota Aguelhok, 160 km sebelah utara kota Kidal, Kamis (7/1/2013) malam. Kota Aguelhok ini berada tak jauh dari perbatasan dengan Aljazair.

"Pasukan Perancis dan Chad sudah meninggalkan Kidal dan saat ini tengah berpatroli di Aguelhok," kata Kapten Aliou Toure dari Angkatan Darat Mali.

"Mereka sudah tiba di Aguelhok dan kini menuju ke Tessalit," sambung Toure sambil menambahkan Tessalit terletak sangat dekat dengan perbatasan Aljazair.

Sementara itu, Sekretaris Jenderal PBB Ban Ki-moon mengkhawatirkan meningkatnya bahaya akibat serangan gerilya pasukan pemberontak.

"Saya kira operasi militer di Mali sejauh ini sangat efektif dan sukses," kata Ban di New York.

"Semua pasukan pemberontak nampaknya sudah dipukul mundur. Namun, kami khawatir mereka akan menyerang balik," sambung Ban.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Sedangkan Paris sangat menginginkan untuk mengalihkan kendali militer ini ke tangan pasukan koalisi Afrika bentukan PBB.

Sebab, untuk operasi militer di Mali, Perancis sudah mengeluarkan biaya sebesar 95 juta dollar AS atau hampr Rp 1 triliun. Dengan peningkatan  biaya perang sebesar 2,7 juta euro atau sekitar Rp 35 miliar per hari.

Perancis kini mengerahkan 4.000 personil militernya di Mali. Jumlah ini sama dengan jumlah personil militer yang dikirim ke Afganistan pada 2010.

 

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.