Kompas.com - 05/02/2013, 07:39 WIB
EditorEgidius Patnistik

Kelompok-kelompok perempuan di India menggelar unjuk rasa menentang undang-undang baru tentang pemerkosaan yang disahkan akhir pekan. Berbagai kelompok aktivis dan hak-hak perempuan menggelar protes di ibukota India, Delhi, Senin (04/02) sehari setelah undang-undang baru ditandatangani presiden.

Undang-undang baru menyebutkan hukuman minimum bagi siapa pun yang dinyatakan bersalah melakukan pemerkosaan beramai-ramai atau memperkosa anak di bawah umur ditingkatkan menjadi 20 tahun penjara.

Selain itu hukuman mati dapat diterapkan dalam kasus-kasus ekstrem.

Sejumlah pelanggaran yang sebelumnya tidak tercakup dalam undang-undang, seperti membuntuti orang terus menerus dan menyerang dengan air keras sekarang dimasukkan ke dalam undang-undang.

Rumah tangga

Namun kelompok-kelompok perempuan mengatakan undang-undang baru tersebut tidak cukup. "Seharusnya ada undang-undang yang berpihak pada perempuan sehingga siapa pun akan berpikir 10 kali sebelum melakukan tindak kejahatan seperti itu," kata Kavita Sharma, seorang seniwati dan aktivis dari Asosiasi Perempuan Demokratik India.

Salah satu hal yang dikeluhkan kelompok-kelompok perempuan adalah peraturan baru tidak mencakup pemerkosaan di rumah tangga atau serangan seksual oleh anggota angkatan bersenjata.

Undang-undang baru ini disahkan menyusul kemarahan publik yang timbul setelah pemerkosaan beramai-ramai terhadap seorang mahasiswi di bus pada tanggal 16 Desember 2012.

Korban meninggal dunia akibat luka-luka yang diderita walau sempat dibawa ke Singapura untuk menjalani pengobatan khusus.

 



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X