Kompas.com - 01/02/2013, 12:19 WIB
EditorErvan Hardoko

PHNOM PENH, KOMPAS.com — Kerumunan massa mulai berkumpul di Phnom Penh untuk memulai prosesi pemakaman Raja Norodom Sihanouk yang meninggal pada Oktober silam.

Sebuah peti emas yang membawa jenazah diarak melintasi jalan-jalan di ibu kota Kamboja.

Jenazah akan dibawa ke krematorium tempat penyalahan api kremasi akan dilakukan istri dan anaknya, Raja Norodom Sihamoni, Senin (4/2/2013) mendatang.

Raja Sihanouk meninggal dunia setelah mengalami serangan jantung di Beijing dalam usia 89 tahun.

Meski telah turun takhta pada 2004 dan menyerahkan kekuasaan raja ke anaknya, dia tetap menjadi tokoh penting di Kamboja hingga dirinya meninggal dunia.

Sihanouk menjadi raja pada 1941 saat masih remaja dan memimpin Kamboja untuk merdeka dari Perancis pada 1953.

Dia melewati beberapa dekade gejolak politik dan sosial di Kamboja meski ada masa ketika dia diasingkan ke luar negeri.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Dalam masa-masa berikutnya dia muncul sebagai juru damai yang membantu mengembalikan stabilitas negara setelah masa sulit rezim Khmer Merah.

Warga yang berduka pada hari ini sejak subuh mulai berbaris di jalan-jalan Phnom Penh.

Peti emas jenazah Raja Sihanouk dibawa dengan kendaraan hias berwarna emas dikelilingi oleh para pejabat yang menggunakan pakaian putih, warna duka di Kamboja.

 



26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.