Kompas.com - 01/02/2013, 05:30 WIB
EditorKistyarini

BEIJING, KOMPAS.com — Pemerintah China memerintahkan pembatasan jam kerja pabrik selama masa tanggap darurat untuk mengurangi kabut tebal pencemaran udara, yang menyelimuti bagian utara dan timur China dalam beberapa pekan belakangan.

Perdana Menteri China Wen Jianbao seperti dilaporkan media setempat pada Kamis (31/1/2013) menyatakan perlu segera dilakukan langkah nyata dalam rekayasa ulang pembangunan ekonomi, termasuk dalam penghematan energi dan pengurangan emisi.

Terkait dengan itu, tambahnya, pemerintah harus dapat mengajak semua pihak, masyarakat, dan pelaku usaha mendukung upaya tersebut. Pemerintah Kota Beijing melakukan tanggap darurat untuk mengurangi pencemaran udara, salah satunya dengan membatasi kerja pabrik.

Penghasil keramik, TOTO, yang beroperasi di Beijing, menyatakan telah menerima pemberitahuan dari Pemerintah Kota Beijing untuk mengurangi produksi hingga 15 persen guna mengurangi polusi.

Wakil Manajer Umum TOTO Han Yong mengatakan, jam kerja juga dibatasi hingga pukul 16.30. Sebagai perusahaan patungan di Beijing, pembatasan operasional dan produksi berarti kerugian besar.

Ia menambahkan, dengan melakukan pembatasan jam kerja dan produksi, pihaknya kehilangan sekitar 1,8 juta yuan sehari. "Padahal, kami harus tetap membayar upah pekerja," katanya.

TOTO adalah salah satu dari 103 pabrik besar di Beijing dan resmi membatasi operasionalnya sejak Selasa.

Selain itu, pemerintah setempat mengurangi penggunaan kendaraan dinas di semua departemen hingga 30 persen. Wakil Direktur Biro Perlindungan Lingkungan Distrik Haidian, Beijing, Xing Likai, mengatakan akan terus berkoordinasi dan bekerja sama dengan semua pihak berwenang selama tanggap darurat tersebut.

Kementerian Lingkungan Hidup China menyatakan hampir sebulan beberapa kota di utara dan timur China terus diselimuti kabut tebal polusi, yakni Beijing dan Tianjin, Shijiazhuang, Provinsi Hebei dan Jinan di Provinsi Shandong.

Khusus untuk Beijing, berdasarkan alat pantau polusi udara Pemerintah China, dalam 24 jam terakhir, rata-rata tingkat cemaran partikel PM2,5, yang sangat halus dan mampu menembus paru-paru manusia, mencapai 310 mikrogram per meter kubik udara atau sangat berbahaya untuk dihirup manusia.

Angka itu menurun jika dibandingkan dengan hari sebelumnya, yang mencapai 443 mikrogram per meter kubik udara. Namun, kabut tebal masih terus menyelimuti Beijing hingga radius 1,3 juta kilometer persegi sampai bagian wilayah timur China.

Pemerintah kota di sekitar Beijing, seperti, Tianjin, Jinan, dan Shijiazhuang juga mulai mengurangi kendaraan dinas dan pribadi hingga 60 persen selama masa tanggap darurat.

Kementerian Lingkungan Hidup China menyatakan tengah menyusun aturan baru untuk mengurangi tingkat polusi di China secara permanen.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

 
Pilihan Untukmu


Video Pilihan

26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.