RUU Imigrasi AS Akan Tetapkan Nasib 11 Juta Imigran Gelap

Kompas.com - 30/01/2013, 07:37 WIB
EditorEgidius Patnistik

Para senator AS membentangkan rancangan reformasi imigrasi yang akan memberi jalan bagi status kewarganegaraan bagi jutaan yang sekarang bekerja dan hidup secara ilegal di AS.

Menurut rancangan tersebut, para imigran ilegal akan mendaftar kepada pemerintah, menjalani pengecekan latar belakang, membayar denda dan pajak tahun-tahun sebelumnya, serta melengkapi syarat-syarat lainnya untuk mencapai status percobaan yang akan memungkinkan mereka hidup dan bekerja secara legal di AS. Nama-nama mereka kemudian akan diletakkan di belakang daftar orang-orang yang sedang berusaha memperoleh apa yang disebut kartu hijau sebagai penduduk tetap.
 
Senator Charles Schumer dari New York mengatakan, "Masih panjang jalan yang harus ditempuh, tetapi rancangan kedua partai ini adalah terobosan besar. Kami berharap prinsip-prinsip ini dapat disusun menjadi undang-undang menjelang bulan Maret nanti dan disetujui oleh komite pimpinan Senator Patrick Leahy, supaya dapat diluluskan oleh Senat pada musim semi atau musim panas mendatang."
 
Para Senator yang terlibat dalam proposal tersebut mewakili negara-negara bagian yang paling terimbas imigrasi ilegal, seperti Arizona, Florida, South Carolina dan New York.  Kelompok ini menyebut sistem imigrasi sekarang ini "tidak berfungsi."
 
Senator John McCain dari Arizona mengemukakan, "Apa yang kini berlangsung tidak dapat diterima. Faktanya adalah sebuah amnesti. Sudah sekian lama, kita merasa senang orang lain memotongkan rumput kita, menghidangkan makanan kita, membersihkan rumah kita, bahkan menjaga anak-anak kita, dan tidak memberikan tunjangan-tunjangan bagi mereka yang sebenarnya telah menjadikan Amerika negeri impian. Saya kira setiap orang sepakat bahwa tidaklah menguntungkan bagi kita untuk terus membiarkan orang-orang ini hidup dalam kegelapan."
 
Rancangan tadi mencakup pengecualian orang-orang yang memasuki AS semasa kanak-kanak, dan juga para pekerja pertanian yang menurut para
senator itu memainkan peran penting dalam mengelola suplai pangan di Amerika.
 
Senator Schumer menyebut rancangan ini sulit tetapi adil bagi jalan menuju kewarganegaraan. Proposal bersama kedua partai ini diumumkan sehari sebelum Presiden Barack Obama menyampaikan pidato yang menganjurkan agar segera dilaksanakan sebuah reformasi imigrasi.

 

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Teman Dekat Mantan Presiden Barack Obama Ramaikan Pertarungan Pilpres AS 2020

Teman Dekat Mantan Presiden Barack Obama Ramaikan Pertarungan Pilpres AS 2020

Internasional
Di Ulang Tahun ke-16, Seorang Remaja Tembaki Sekolah dan Bunuh 2 Orang di AS

Di Ulang Tahun ke-16, Seorang Remaja Tembaki Sekolah dan Bunuh 2 Orang di AS

Internasional
Rusia Diduga Telepon Pemberontak Ukraina yang Jatuhkan Pesawat Malaysia Airlines MH17

Rusia Diduga Telepon Pemberontak Ukraina yang Jatuhkan Pesawat Malaysia Airlines MH17

Internasional
Dapat Mosi Tidak Percaya, Pemerintah Kuwait Mengundurkan Diri

Dapat Mosi Tidak Percaya, Pemerintah Kuwait Mengundurkan Diri

Internasional
[POPULER INTERNASIONAL] Istri Habis Rp 600 Juta di Harbolnas, Suaminya Ingin Bunuh Diri | Israel Ditembaki Roket

[POPULER INTERNASIONAL] Istri Habis Rp 600 Juta di Harbolnas, Suaminya Ingin Bunuh Diri | Israel Ditembaki Roket

Internasional
Israel Klaim 1 Lagi Komandan Jihad Islam dan Keluarganya Tewas dalam Serangan

Israel Klaim 1 Lagi Komandan Jihad Islam dan Keluarganya Tewas dalam Serangan

Internasional
Berdebat dengan Demonstran Hong Kong, Kepala Pria 70 Tahun Dilempar Batu Bata

Berdebat dengan Demonstran Hong Kong, Kepala Pria 70 Tahun Dilempar Batu Bata

Internasional
Dianggap Terlalu Awal, Keluarga di Texas Ini Diminta Copot Hiasan Natal

Dianggap Terlalu Awal, Keluarga di Texas Ini Diminta Copot Hiasan Natal

Internasional
Ekor Anak Anjing Ini Tumbuh di Kepala

Ekor Anak Anjing Ini Tumbuh di Kepala

Internasional
Komandannya Tewas Diserang, Jihad Islam Tembakkan Roket Tiap 7 Menit ke Israel

Komandannya Tewas Diserang, Jihad Islam Tembakkan Roket Tiap 7 Menit ke Israel

Internasional
Hadapi Polisi, Pelajar Hong Kong Mempersenjatai Diri dengan Panah dan Tombak

Hadapi Polisi, Pelajar Hong Kong Mempersenjatai Diri dengan Panah dan Tombak

Internasional
Menlu Retno: Saatnya Wanita Bekerja Bersama Membawa Panji Toleransi

Menlu Retno: Saatnya Wanita Bekerja Bersama Membawa Panji Toleransi

Internasional
Datang ke AS, Erdogan Mengaku Kembalikan Surat yang Ditulis Trump

Datang ke AS, Erdogan Mengaku Kembalikan Surat yang Ditulis Trump

Internasional
Mantan Pemimpin ISIS Baghdadi Pasang Koneksi Internet di Persembunyiannya

Mantan Pemimpin ISIS Baghdadi Pasang Koneksi Internet di Persembunyiannya

Internasional
Ribuan Burung Mati Misterius di Danau Pedalaman India

Ribuan Burung Mati Misterius di Danau Pedalaman India

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X