Kompas.com - 28/01/2013, 20:55 WIB
|
EditorNasru Alam Aziz

KUPANG, KOMPAS.com -- Sejumlah warga eks pengungsi Timor Leste menunggu kebijakan pemerintah Timor Leste terkait kepulangan mereka ke daerah asal. Jika pemerintahan sekarang memberi tempat kepada mereka dan tidak mempersoalkan masa lalu, mereka segera pulang.

Tokoh masyarakat eks pengungsi Timor Timur di Desa Tuapuka, Kabupaten Kupang, Luis Pinto di Tuapuka, Senin (28/1/2013), mengatakan bahwa sebagian besar warga eks Timor Timur (Timtim) ingin pulang.

"Kalau Presiden yang terpilih Mei 2011 itu Fransisco Guterres, kami semua sudah pulang. Beliau punya kebijakan sangat baik terhadap eks Timtim. Tetapi yang terpilih itu Luolo, kami belum tahu pendapatnya tentang kami," kata Luis.

Ia mengatakan, cepat atau lambat warga eks Timtim di Indoensia akan pulang. "Di sini kami sangat sengsara. Lihatlah, sudah 12 tahun kami masih tinggal di kamp pengungsian," kata Luis.

Meraka tidak punya lahan untuk diolah, anak anak tidak bersekoah, kondisi rumah masih sangat memprihatinkan, dan kesejahteraan hidup jauhh di bawah standar nasional.

Ia mengatakan, warga eks Timtim yang berjumlah sekitar 100.000 menunggu kebijakan presiden baru. Tetapi sanpai hari ini tidak ada infromasi sama sekali soal itu.

"Kami cuma minta jaminan keamanan saja. Soal rumah dan tanah akan diupayakan. Soal keamanan kami di sana, harus ada pernyataan resmi pemerintah," katanya.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.