Kompas.com - 28/01/2013, 17:34 WIB
|
EditorJosephus Primus

KOMPAS.com - Pengungsi Suriah di kawasan timur Lembah Bekaa, Lebanon mengeluhkan logistik kemanusiaan yang tak komplet. Menurut pengungsi, kondisi kamp pengungsian selalu kekurangan selimut dan peralatan pemanas. "Kami mendapat perlakuan diskriminasi dan nepotisme dalam distribusi bantuan,"kata mereka.

Warta AP pada Senin (28/1/2012), menunjukkan, jumlah pengungsi Suriah di Lebanon mencapai angka 220.000 orang. Banyak dari mereka mengatakan kalau terpaksa menyewa apartemen untuk tinggal sementara. Tapi, harga sewa itu seringkali dinaikkan oleh pemilik apartemen hingga berlipat-lipat.

Catatan PBB menunjukkan lokasi pengungsian di Lebanon kebanyakan berupa gedung-gedung maupun sekolah-sekolah. Pemerintah Lebanon hingga kini menolak mendirikan tenda-tenda pengungsian. Alasannya, keamanan di tenda-tenda dimaksud terbilang rentan. Pemerintah Lebanon juga mengaku tak punya cukup uang untuk pendirian tenda-tenda itu.

Sementara itu, delegasi Liga Arab berencana bertandang ke Lebanon. Mereka akan mendata kondisi pengungsian di negara tersebut. Nantinya, data itu akan dibawa pada pertemuan negara-negara donor di Kuwait, Kamis (31/1/2013).

 

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.