Kompas.com - 25/01/2013, 13:10 WIB
EditorErvan Hardoko
CHICAGO, KOMPAS.com — Seorang warga negara AS, yang mengaku menentukan target sebelum serangan teroris di Mumbai 2008 namun kemudian memilih bekerja sama dengan Pemerintah AS untuk menghindari hukuman mati, dijatuhi hukuman penjara 35 tahun, Kamis (24/1/2013) waktu setempat.

David Coleman Headley (52) mengaku bersalah dalam 12 dakwaan terkait serangan Mumbai pada 2010 lalu. Dia juga mengakui terlibat rencana menyerang sebuah surat kabar Denmark yang menyulut kemarahan dunia Islam setelah memublikasikan kartun Nabi Muhammad.

David Coleman Headley meyakinkan penuntut umum AS untuk membiarkan dirinya hidup setelah dia mengaku merencanakan penyerangan ke surat kabar Denmark setelah bekerja sama dengan militan Pakistan selama tujuh tahun.

Mantan jaksa Patrick Fitzgerald, yang mensponsori kesepakatan dengan Headley, mengatakan informasi yang diberikan Headley "menyelamatkan hidup orang lain" dan dia mendesak Hakim Harry Leinenweber tidak memberikan hukuman maksimal untuk Coleman.

Namun, pada saat menjatuhkan vonis 35 tahun untuk Headley, hakim Leinenweber mengatakan bahwa dia lebih suka menjatuhkan hukuman mati untuk Headley.

"Hukuman itu yang layak bagi Anda," kata Hakim Leinenweber.

Demi membantu serangan Mumbai, Headley menghabiskan waktu selama dua tahun di Mumbai untuk mengumpulkan informasi. Dia bahkan ikut tur kapal berkeliling pelabuhan Mumbai untuk mencari lokasi terbaik untuk kedatangan para penyerang. Dia bahkan bersahabat dengan para bintang Bollywood sebagai bagian penyamarannya.

Dia juga sangat "bersemangat" menyerang harian Denmark, Jyllands-Posten, dan membunuh kartunis yang menggambar karikatur Nabi Muhammad. Headley mulai merencanakan penyerangan harian Denmark itu dua bulan sebelum serangan Mumbai.

Headley juga mengincar Bollywood dan salah satu kuil Hindu yang paling disucikan umatnya saat dia merencanakan serangan kedua di India.

Hakim Leinenweber mengatakan, meski kehancuran yang disebabkan Headley sangat mengerikan, dia bersedia memenuhi permintaan Pemerintah AS dengan yang meminta hukuman penjara antara 30-35 tahun yang dinilai bukanlah sebuah hukuman ringan.

"Saya harap hukuman ini bisa membuat terdakwa berada di penjara hingga akhir hidupnya," ujar hakim Leinenweber.

Haedley yang lahir di Washington DC adalah putra seorang diplomat Pakistan yang menikahi seorang perempuan AS. Namun, wajah Headley yang tak nampak seperti orang Pakistan dan memegang paspor AS membuatnya lolos dari kecurigaan.

Headley, yang mengubah namanya sehingga dia bisa bersembunyi di Pakistan, kemudian bergabung dengan Lashkar-e-Taiba (LeT), kelompok militan yang dituding India mendalangi serangan Mumbai. Dia bergabung dengan LeT pada 2002 dan mulai ikut pelatihan di kamp LeT sebanyak lima kali dalam tiga tahun.

 

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.