Kompas.com - 23/01/2013, 12:13 WIB
EditorEgidius Patnistik

LONDON, KOMPAS.com Polisi Inggris mungkin harus meningkatkan keamanan bagi Pangeran Harry setelah pengakuan terus terangnya bahwa ia telah membunuh sejumlah militan Taliban di Afganistan. Para petinggi Scotland Yard tengah meninjau perlindungan mereka bagi pilot helikopter tempur Apache berusia 28 tahun itu yang telah mengatakan bahwa para tentara terkadang harus "menghilangkan nyawa demi menyelamatkan nyawa."

Selasa (22/1/2013) malam sejumlah mantan perwira menyatakan terkejut atas komentar Harry. Dai Davies, mantan Kepala Skuad Perlindungan Kerajaan Metropolitan London, mengatakan, "Murni dari sudut pandang perlindungan, saya pikir sangat tidak direkomendasikan bagi Pangeran Harry untuk membuat dirinya jadi menarik perhatian. Mungkin pada kenyataan dia memang membunuh pemberontak, tapi mengatakan hal itu secara terbuka hanya meningkatkan kemungkinan adanya orang gila yang mencoba untuk membalas dendam terhadapnya. Itu seharusnya tidak terjadi pada pemuda itu karena dia bertanggung jawab bukan hanya untuk dirinya sendiri, melainkan juga orang-orang yang menjaganya. Jika Anda melihat para bangsawan senior lainnya, mereka tidak pernah membahas soal penempatan mereka (di militer). Pangeran Andrew tidak pernah melakukannya. Ayahnya tidak pernah. Para pamannya juga tidak pernah. Tak satu pun dari mereka pernah membahas apakah mereka melakukan pembunuhan atau tidak saat mereka di militer."

Davis menambahkan, "Kalau saja saya masih memimpin (Skuad) Perlindungan Kerajaan, saya pasti sekarang akan meninjau dan meningkatkan keamanan Pangeran Harry."

Seorang mantan perwira senior lain, Glen Smyth, yang merupakan mantan Ketua Federasi Polisi Metropolitan London, mengatakan, "Saya pikir akan lebih baik bagi Pangeran Harry kalau hanya berkata bahwa dia telah dilibatkan dalam sebuah operasi. Apa yang telah dia katakan tidak diragukan lagi akan meningkat nilainya sebagai target teroris."

Scotland Yard menolak untuk membahas peninjauan perlindungan bagi Harry. Lembaga itu mengatakan, "Kami tidak siap untuk membahas masalah-masalah keamanan."

Dalam sebuah wawancara untuk menandai akhir masa tugas empat bulannya di Afganistan pada Senin malam lalu, Harry mengaku bahwa dia membunuh satu atau lebih anggota Taliban di Afganistan saat dia bertugas sebagai pilot helikopter tempur Apache. "Ya, ada begitu banyak orang. Skuadron berada di luar sana. Setiap orang menembak sejumlah tertentu," kata Harry saat ditanya apakah dia menembak musuh dari kokpit Apache.

Kolonel Richard Kemp, mantan komandan Inggris di Afganistan, mendukung sang pangeran dengan mengatakan, "Jika dia membual tentang pembunuhan, itu pasti suatu kesalahan, tapi dia tidak membual tentang hal itu." Kemp menyatakan, Harry terlalu "terus terang" dalam membahas perannya selama pertempuran.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Sementara para pengamat memperingatkan, ia telah membuat dirinya menjadi "target utama".

Harry juga menyatakan bahwa dirinya dapat menerbangkan helikopter lebih baik karena pengalamannya di game komputer. "Ini sebuah kegembiraan bagi saya karena saya salah satu dari orang-orang yang mencintai permainan PlayStation dan Xbox."

Pengakuan jujur Harry bahwa ia telah membunuh pemberontak memicu reaksi keras para aktivis anti-perang, beberapa bekas tentara dan Taliban sendiri.

Halaman:


26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.