Kompas.com - 22/01/2013, 19:31 WIB
|
EditorJosephus Primus

KOMPAS.com - Otoritas Mali memperpanjang kondisi negara dalam keadaan darurat hingga tiga bulan ke depan. Adalah sidang kabinet luar biasa di Bamako pada Selasa (22/1/2013) yang dipimpin oleh Presiden Ad Interim Dioncounda Traore memutuskan hal itu.

Menurut warta AP, pemerintah Mali juga memaparkan kemajuan dari operasi militer untuk membebaskan kembali wilayah Utara yang dikuasai kelompok pemberontak militan. Pemerintah Mali juga menyerukan pentingnya menjaga kawasan perbatasan dengan negara-negara tetangga.

Pada Jumat (11/1/2013), otoritas Mali menetapkan kondisi darurat sejak Sabtu (12/1/2013) hingga 10 hari ke depan. "Penetapan kondisi darurat juga merupakan bagian dari pembenahan krisis,"kata suara pemerintah.

Pemerintah Mali juga menambahkan kalau kondisi darurat akan menjadi bagian dari kontrol terhadap unjuk rasa. Pasalnya, unjuk rasa pro dan kontra pemerintah di berbagai kota di Mali terbukti melumpuhkan beragam aktivitas masyarakat di negara itu.

 

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Baca tentang


    25th

    Ada hadiah uang elektronik senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

    Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

    Syarat & Ketentuan
    Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
    Laporkan Komentar
    Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

    Terkini Lainnya

    komentar di artikel lainnya
    Close Ads X