Properti Hasil Korupsi Dijual Murah - Kompas.com

Properti Hasil Korupsi Dijual Murah

Kompas.com - 22/01/2013, 14:24 WIB

BEIJING, KOMPAS.com - Ribuan pejabat komunis China yang panik telah menjual murah berbagai properti hasil kerja kotor mereka dan uang senilai miliaran dollar AS telah diselundupkan ke luar negeri saat pemimpin baru negara itu mengintensifkan kampanye untuk membasmi korupsi.

Properti-properti mewah tengah dilego ke pasar di Beijing, Shanghai dan Guangzhou buat siapa saja mampu membayar secara tunai saat para pejabat korup itu mencoba untuk menghilangkan jejak mereka. Sebuah laporan unit anti-korupsi partai, Komisi Sentral untuk Inspeksi Disiplin (CCDI), mengatakan "gelombang penjualan rumah mewah mulai diNovember lalu dan mengalami percepatan sejak Desember".

Laporan itu mengatakan bahwa volume penawaran mengalami peningkatan hampir "seratus kali" setelah Xi Jinping, yang akan segera menjadi presiden China berikutnya, memperingatkan bahwa korupsi bisa membunuh partai. Xi pun menempatkan seorang politisi paling kuat dan tegas negara itu, Wang Qishan, sebagai yang bertanggung jawab untuk memberantas korupsi.

Fu Zongmo, seorang agen properti di Sanya, Hainan, mengatakan bahwa rekan-rekannya baru-baru ini telah menjual dua rumah milik pejabat pemerintah. Dalam beberapa tahun terakhir, pantai-pantai tropis dan lapangan golf di Sanya telah menarik banyak spekulan tetapi baru-baru pasar telah terhenti.

"Mereka tidak pernah mendaftarkan rumah-rumah itu atas nama mereka sendiri dan mereka menggunakan sejumlah agen untuk melakukan penawaran," kata Fu. Dia mengatakan sebuah perusahaan telah menyuap seorang pejabat dengan membelikan dia sebuah properti di Mountain Water International Complex. "Properti itu dimasukkan atas nama kerabat pejabat tersebut. Setelah enam bulan, properti itu dijual seharga dua juta yuan (302.000 dollar AS). Kemudian pejabat itu menadapat uang tunai. Para pejabat sering menggunakan sebuah nomor ponsel khusus dan ketika kesepakatan tercapai mereka mengundang kami untuk makan malam guna mengakhiri hubungan. Kemudian mereka membuang nomor itu sehingga kami tidak bisa menghubungi mereka lagi," tambahnya.

Laporan CDIC, yang diperoleh harian Economic Observer, menduga bahwa hampir 10.000 rumah mewah telah dijual para pejabat di Guangzhou dan Shanghai tahun lalu. Laporan itu juga menyatakan bahwa 1 triliun dollar AS telah diselundupkan keluar dari Cina secara ilegal tahun 2012. Para ekonom dan ahli meragukan angka itu, namun mereka mengatakan ada aliran uang yang dramatis. Li Chengyan, seorang profesor di Universitas Peking, menyatakan bahwa sekitar 10.000 pejabat telah melarikan uang dari China sebanyak 100 miliar dollar.

Marco Pearman-Parish at Corporation China, sebuah perusahaan di Beijing yang membantu para klien menemukan properti di luar negeri, mengatakan terjadi kenaikan jumlah klien yang mencari rumah di Kepulauan Cayman. "Di Beijing, setengah klien kami pejabat pemerintah," katanya. "Sembilan dari 10 menyatakan mereka pengusaha, tetapi kemudian muncul dalam kesepakatan bahwa mereka pegawai pemerintah."

CDIC mengatakan, 1.100 pejabat pemerintah telah meninggalkan China selama libur nasional tahun lalu pada Oktober dan 714 orang telah berhasil lolos. Di Amerika Serikat, National Association of Realtors mengatakan properti senilai total lebih dari 7 miliar dollar telah dibeli oleh orang China di AS tahun lalu. Beberapa rumah untuk kelas atas sekarang dibangun untuk orang China kaya, lengkap dengan kolam untuk ikan koi.

Jiang Ming'an, seorang profesor di Sekolah Hukum Universitas Peking dan penasehat anti-korupsi, mengatakan, "Pemerintah telah menyiapkan sistem registrasi perumahan dan yang mungkin telah membuat takut sejumlah pejabat yang punya banyak rumah. Rakyat tidak akan turun ke jalan sekarang karena ekonomi baik. Namun ketika ekonomi melambat di masa mendatang, seperti pepatah lama, api tidak dapat ditutupi dengan kertas selamanya."

 


EditorEgidius Patnistik
Komentar

Terkini Lainnya

Prabowo Sering Ajak Anies Ngobrol, tetapi Bukan soal Cawapres...

Prabowo Sering Ajak Anies Ngobrol, tetapi Bukan soal Cawapres...

Nasional
Kesalahan Warga Setiap Kali Melihat Lokasi Kejahatan...

Kesalahan Warga Setiap Kali Melihat Lokasi Kejahatan...

Megapolitan
Calon Jemaah Haji yang Wafat sebelum Berangkat Kini Bisa Digantikan Keluarganya

Calon Jemaah Haji yang Wafat sebelum Berangkat Kini Bisa Digantikan Keluarganya

Nasional
Di Persidangan, Bos First Travel Akan Beberkan soal Aset yang Dibekukan

Di Persidangan, Bos First Travel Akan Beberkan soal Aset yang Dibekukan

Nasional
Rela Antre Berjam-jam demi 'Es Kepal Milo' yang Viral di Medsos...

Rela Antre Berjam-jam demi "Es Kepal Milo" yang Viral di Medsos...

Megapolitan
Elektabilitas Ridwan Kamil-Uu Turun di Survei Indo Barometer, Apa Sebabnya?

Elektabilitas Ridwan Kamil-Uu Turun di Survei Indo Barometer, Apa Sebabnya?

Nasional
Unjuk Rasa, Massa di Aceh Tuntut Eksekusi Cambuk Tetap Digelar di Ruang Terbuka

Unjuk Rasa, Massa di Aceh Tuntut Eksekusi Cambuk Tetap Digelar di Ruang Terbuka

Regional
Banyak Penumpang Southwest Tak Pakai Masker Oksigen dengan Benar

Banyak Penumpang Southwest Tak Pakai Masker Oksigen dengan Benar

Internasional
Ini yang Harus Dilakukan Jokowi agar Pemangkasan 14 Proyek Tak Jadi Titik Lemah

Ini yang Harus Dilakukan Jokowi agar Pemangkasan 14 Proyek Tak Jadi Titik Lemah

Nasional
Mengamuk dan Melukai 3 Warga, Seekor Kerbau Ditembak Polisi

Mengamuk dan Melukai 3 Warga, Seekor Kerbau Ditembak Polisi

Regional
5 Pengakuan Bimanesh soal Fredrich dan Kejanggalan Perawatan Setya Novanto

5 Pengakuan Bimanesh soal Fredrich dan Kejanggalan Perawatan Setya Novanto

Nasional
Tahap Dua Penataan Tanah Abang, dari Blok G hingga 'Skybridge'

Tahap Dua Penataan Tanah Abang, dari Blok G hingga "Skybridge"

Megapolitan
Penutupan Sense Karaoke di Mangga Dua yang Berjalan Tanpa Perlawanan

Penutupan Sense Karaoke di Mangga Dua yang Berjalan Tanpa Perlawanan

Megapolitan
Sidang Dokter Bimanesh Sutarjo Akan Hadirkan Setya Novanto

Sidang Dokter Bimanesh Sutarjo Akan Hadirkan Setya Novanto

Nasional
Korban Tewas Akibat Miras Oplosan di Indonesia 112 Orang

Korban Tewas Akibat Miras Oplosan di Indonesia 112 Orang

Regional

Close Ads X