Serangan Taliban Guncang Kabul

Kompas.com - 22/01/2013, 02:20 WIB
Editor

KABUL, SENIN - Lima pelaku bom bunuh diri dan tiga polisi lalu lintas tewas di Kabul, Senin (21/1), setelah delapan jam kontak senjata antara pasukan keamanan Afganistan yang didukung pasukan NATO melawan kelompok Taliban.

Serangan kedua terhadap petugas keamanan lokal yang terjadi pada awal tahun ini memperlihatkan perubahan strategi kelompok Taliban. Hingga tahun lalu, mereka lebih suka mengincar target lebih besar, seperti kompleks kedutaan besar asing dan pasukan koalisi NATO.

Perubahan taktik Taliban ini terjadi menjelang penarikan hampir seluruh pasukan NATO yang dipimpin Amerika Serikat. Penarikan pasukan itu dijadwalkan selesai pada akhir 2014.

Berbagai pihak termasuk Pemerintah Afganistan sendiri memandang perubahan strategi serangan ini sebagai ujian besar bagi 350.000 personel pasukan keamanan Afganistan. Terutama soal kemampuan mereka untuk mengambil alih peran pasukan koalisi mengamankan negeri mereka ketika saatnya tiba.

Pekan lalu, serangan bom bunuh diri Taliban langsung mengincar markas Direktorat Nasional Keamanan (NDS), yang menewaskan dua penjaganya.

Serangan pada pekan lalu itu diyakini merupakan kelanjutan upaya pembunuhan yang gagal terhadap Direktur NDS, Asdullah Khalid, pada Desember 2012.

Markas polisi

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Menurut Wakil Menteri Dalam Negeri Afganistan Jenderal Abdul Rahman, pertempuran sengit kemarin diawali ketika tiga pelaku meledakkan bom yang mereka bawa di depan gerbang markas besar polisi lalu lintas Afganistan di Kabul.

Serangan mendadak yang terkoordinasi itu disusul serangan berikutnya oleh dua pelaku bom bunuh diri lain. Mereka menyerbu masuk dengan memberondongkan senjata otomatis yang mereka bawa.

Serangan mereka langsung disambut pasukan keamanan yang siaga di luar gedung, di antara bangunan markas besar kepolisian dan gedung parlemen, serta akses jalan yang biasa digunakan anggota parlemen.

Satu helikopter tempur Afganistan juga terbang rendah sambil menembak balik ke arah pelaku dengan berondongan senapan mesin dan roket. Kedua penyerang itu tewas dalam serangan tersebut.

Beberapa anggota pasukan NATO asal Norwegia tampak terlibat dalam serangan balik itu. Hal itu dibenarkan juru bicara Pasukan Asistensi Keamanan Internasional NATO (ISAF).

”Mereka (Taliban) sebenarnya sudah kalah dan tak mampu lagi bertempur langsung seperti sekarang. Serangan kali ini mereka lakukan hanya untuk menarik perhatian media massa. Mereka menyasar kota-kota yang padat penduduk sipil,” ujar Jenderal Gunter Katz, juru bicara ISAF.(AFP/AP/REUTERS)



26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.