Krisis Penyanderaan Terburuk

Kompas.com - 22/01/2013, 02:17 WIB
Editor

Algiers, Senin - Penyanderaan oleh milisi bersenjata di ladang gas In Amenas, Aljazair timur, adalah krisis penyanderaan internasional terburuk dalam beberapa dekade ini. Korban tewas dalam insiden pengepungan terhadap milisi binaan Al Qaeda itu bertambah menjadi 81 orang.

Perdana Menteri Aljazair Abdelmalek Sellal menggelar jumpa pers di Algiers, Senin (21/1), terkait insiden yang disebut sebagai ”krisis penyanderaan terburuk” itu. Meski pengepungan oleh pasukan khusus Aljazair terhadap kelompok penyandera telah berakhir Sabtu lalu, jumlah korban tewas masih simpang siur.

Angka resmi yang disebut Sellal adalah 37 pekerja asing tewas dalam kejadian itu, dan tujuh orang hilang.

Sebelumnya, Pemerintah Aljazair menjelaskan, setelah penyerangan oleh pasukan khusus, Sabtu, 32 ekstremis dan 23 sandera tewas. Ketika tim penjinak bom menyisir lokasi, Minggu, ditemukan lagi 25 mayat. Namun, belum diidentifikasi secara pasti apakah mereka penyandera atau sandera. Korban tewas menjadi bertambah ketika satu pekerja Romania yang terluka akhirnya meninggal saat proses evakuasi.

Hingga Senin, beberapa negara masih belum mengetahui nasib warganya. Lima pekerja Statoil asal Norwegia, empat pekerja asal Inggris, empat warga Filipina, dan dua warga Malaysia belum diketahui keberadaannya.

Kementerian Luar Negeri (Kemlu) Filipina mengatakan, enam warganya termasuk di antara para sandera yang tewas. Juru bicara Kemlu Filipina, Raul Hernandez, mengatakan, 16 warga Filipina telah diketahui nasibnya dan empat orang hilang. Dua warga Kanada juga dilaporkan tewas.

Dari Jepang, Perdana Menteri Shinzo Abe mengonfirmasi tujuh dari 10 pekerja perusahaan rekayasa JGC Corp yang semula dinyatakan hilang telah tewas. Adapun nasib tiga pekerja lain belum diketahui.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Informasi tentang sandera itu sulit dipastikan. Misalnya, laporan lain dari Tokyo mengutip Algiers mengatakan, sembilan warga Jepang ditemukan tewas, dan 10 pekerja JGC Corp hilang. Jumlah sandera yang simpang siur terjadi karena Algiers tidak terbuka memberikan informasi.

Serangan di In Amenas terjadi Rabu pagi lalu, dipimpin ekstremis dan veteran perang Mokhtar Belmokhtar. Kelompok beranggotakan 40 orang itu, seperti disiarkan Reuters, adalah binaan jaringan teroris Al Qaeda. ”Kami atas nama Al Qaeda mengumumkan operasi berahmat ini,” katanya dalam video yang disiarkan Sahara Media, situs regional.

Korban selamat

Halaman:


Video Pilihan

26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.