Kompas.com - 20/01/2013, 01:00 WIB
|
EditorJosephus Primus

KOMPAS.com - Lembaga hak asasi manusia internasional, Human Rights Watch (HRW) mengatakan ada dugaan militer Mali melanggar HAM. "Kami punya informasi tepercaya,"kata HRW dalam pernyataannya sebagaimana warta AP pada Sabtu (19/1/2013).

HRW mengatakan pelanggaran HAM oleh tentara Mali itu terbilang serius. "Tentara Mali juga melakukan pembunuhan terhadap warga sipil di Niono,"kata HRW.

HRW dalam pernyataannya mengatakan etnis Tuareg dan Arab acap diidentifikasikan sebagai bagian dari pemberontak Islamis. Mereka berbasis di Mali Utara. "Mereka menjadi target tentara Mali,"kata HRW.

"Kami mendesak otoritas Mali, termasuk pasukan Perancis, dan serdadu Afrika Barat melindungi warga sipil,"tulis HRW.

Hingga berita ini diunggah, belum ada komentar dari otoritas Mali. Sementara, Perancis sampai kini sudah menyatakan komitmennya untuk membantu Mali memerangi pemberontak yang dianggap menjadi bagian jaringan Al Qaeda Afrika.

 

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Baca tentang


    25th

    Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

    Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

    Syarat & Ketentuan
    Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
    Laporkan Komentar
    Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

    Terkini Lainnya

    komentar di artikel lainnya
    Close Ads X