Kompas.com - 20/01/2013, 00:07 WIB
|
EditorJosephus Primus

KOMPAS.com - Perancis siap menyapu bersih teroris Mali kata Presiden Perancis Francois Hollande. Makanya, ia mengambil keputusan mempertahankan pasukan Perancis di Mali sepanjang masih dibutuhkan.

Hollande mengatakan hal itu dalam warta koran L'Express saat berkunjung ke Tulle, Perancis Selatan pada Sabtu (19/1/2013). "Intervensi Perancis di Mali sah menurut hukum internasional,"tegasnya.

Lebih lanjut Hollande mengatakan kalau kebijakan Perancis itu mendapat dukungan tidak hanya dari negara-negara Eropa. "Kami pun mendapat dukungan dari negara-negara Afrika,"klaim Hollande.

Keberadaan tentara Perancis di Mali adalah untuk mempertahankan wilayah. "Kami datang ke Mali bukan dengan alasan perdagangan maupun ekonomi,"tutur Hollande.

Menurut Hollande, Mali adalah negara sahabat Perancis. "Mali adalah salah satu negara termiskin di dunia dan menjadi korban terorisme selama bertahun-tahun,"kata Hollande.

Hollande, pada Minggu (20/1/2013) berencana menemui keluarga-keluarga warga Perancis yang menjadi sandera kelompok militan Islamis di Afrika.

Sejak mengumumkan intervensi sepihak delapan hari silam, Perancis akhirnya mendapat restu PBB dan negara-negara Afrika Barat. Selama jangka waktu itu, Perancis membombardir pertahanan pemberontak. Tujuannya untuk mencegah pemberontak tersebut masuk dan menguasai ibu kota Mali, Bamako.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

 

Baca tentang


    25th

    Ada hadiah uang elektronik senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

    Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

    Syarat & Ketentuan
    Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
    Laporkan Komentar
    Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

    Terkini Lainnya

    komentar di artikel lainnya
    Close Ads X