Kompas.com - 19/01/2013, 21:16 WIB
|
EditorJosephus Primus

KOMPAS.com- Libya menolak membantu Mali melalui pengiriman pasukan militer. "Kami menolak mengirim pasukan ke Mali. Kami hanya punya opsi menyelesaikan konflik di Mali dengan dialog,"kata Perdana Menteri Libya Ali Zaidan di Tripoli, Sabtu (19/1/2013).

Lebih lanjut, Ali Zaidan mengatakan kalau Libya juga tidak menjadi basis penyerangan ke Mali. Sebelumnya, rumor bergulir mengatakan kalau Lawiig, kota di Libya Selatan bakal dijadikan salah satu basis untuk membantu pemerintah Mali menyerang kelompok pemberontak Islamis.

Lebih lanjut, Ali Zaidan mengatakan kalau hal paling penting adalah memperkuat perbatasan negara melalui kerja sama dengan negara-negara kawasan, katanya sebagaimana liputan Televisi Nasional Libya yang dikutip AP. Ali Zaidan memang mengemukakan soal itu dalam pertemuan dengan pemimpin Aljazair dan Tunisia minggu lalu di Ghadames, kota di barat daya Libya. "Kerja sama menjaga wilayah penting untuk membendung organisasi kejahatan internasional,"demikian Ali Zaidan.

 

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email



25th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X