Kompas.com - 16/01/2013, 19:35 WIB
EditorErvan Hardoko

NEW DELHI, KOMPAS.com — Pemerintah India , Rabu (16/1/2013), mengatakan segera melakukan pemeriksaan keselamatan Boeing 787 Dreamliner yang dibeli maskapai Air India setelah dua maskapai besar Jepang memutuskan untuk mengistirahatkan pesawat baru itu akibat rangkaian insiden dalam sepekan terakhir ini.

"Kami akan mengevaluasi situasi ini dengan berkonsultasi bersama pihak Boeing dan Air India," kata Direktur Jenderal Penerbangan Sipil India Arun Mishra.

Namun, lanjut Mishra, sejauh ini belum ada rencana mengistirahatkan Dreamliner di India seperti yang sudah dilakukan Japan Airlines (JAL) dan All Nippon Airways (ANA).

"Saya terus berhubungan dengan Boeing dan mereka akan memberikan terus perkembangan terbaru terkait sejumlah masalah yang terjadi di Jepang," ujar Mishra.

Sementara itu, juru bicara Air India, K Swaminathan, mengatakan, maskapai itu akan menunggu perkembangan dan hasil dari evaluasi sebelum memutuskan langkah selanjutnya.

Air India membeli 27 unit Dreamliner sebagai bagian proyek jutaan dollar AS pada 2005. Boeing sudah mengirim pesawat pertama pada September 2012 dan sisanya diharapkan bisa diterima India pada 2016.

Pesawat baru ini diharapkan menjadi tulang punggung operasi global Air India yang selama ini merugi. Selain itu, dengan pembelian pesawat baru ini, diharapkan mampu menarik pelanggan baru.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

 
Pilihan Untukmu


Video Pilihan

26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.