Jual Soda Ukuran Besar, Restoran di New York Harus Bayar Denda

Kompas.com - 16/01/2013, 08:44 WIB
EditorEgidius Patnistik

KOMPAS.com — Kota New York menunda untuk sementara pemberlakuan denda bagi restoran dan gerai cepat saji di kota itu yang menjual minuman ringan dalam porsi berlebihan.

Pemerintah kota New York akan memberlakukan tiga bulan masa tenggang sebelum mengharuskan restoran-restoran membayar denda karena menjual minuman ringan dengan kandungan gula tinggi dalam porsi besar.

Demikian menurut pejabat Departemen Kesehatan New York City, Selasa (15/1). Kota New York memberlakukan larangan bagi restoran untuk menjual minuman ringan dalam porsi berlebihan pada September. Ini merupakan kali pertama larangan yang dimaksudkan untuk membatasi konsumsi minuman soda yang berlebihan seperti itu diberlakukan di Amerika. Minuman ringan bersoda sering dikaitkan dengan obesitas dan masalah-masalah kesehatan lainnya.

Di bawah peraturan yang baru, restoran dan gerai cepat saji tak akan lagi diperbolehkan menjual minuman ringan dengan pemanis dalam kemasan lebih dari 16 ons, atau setara dengan minuman berukuran "kecil" di gerai waralaba McDonald's. Toserba dan toko-toko lain tidak terpengaruh oleh aturan baru tersebut.

Walaupun aturan mulai berlaku di bulan Maret, pelanggar akan mendapat peringatan, tapi belum didenda pada tiga bulan pertama. Mulai Juni hingga seterusnya, pelanggar akan dikenai denda 200 dollar AS.

Masa tenggang serupa berlangsung ketika Wali Kota Michael Bloomberg memberlakukan peraturan lain yang terkait kesehatan masyarakat, yaitu peraturan yang mengharuskan restoran untuk mencantumkan jumlah kalori yang terkandung dalam menu mereka.

Asosiasi Minuman Amerika (American Beverage Association) dan beberapa organisasi lainnya telah memrotes peraturan tersebut di pengadilan. Mereka menyatakan bahwa Departemen Kesehatan New York City tidak berhak untuk memberlakukan peraturan semacam itu, seperti halnya tertera dalam piagam kota.

Gugatan yang mereka ajukan menyatakan bahwa kota New York merampas hak konsumen untuk memilih, dan aturan yang mereka rancang akan merugikan usaha kecil. Sidang awal akan berlangsung pada Rabu pekan depan untuk menentukan apakah kasus tersebut dapat berlanjut di pengadilan.

 

Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
Muncul Lagi di Hadapan Publik, Paus Fransiskus Mengaku Terserang Demam

Muncul Lagi di Hadapan Publik, Paus Fransiskus Mengaku Terserang Demam

Internasional
Virus Corona di Iran Menyebar Cepat, 54 Orang Meninggal

Virus Corona di Iran Menyebar Cepat, 54 Orang Meninggal

Internasional
Paus Fransiskus Muncul untuk Pertama Kalinya sejak Dikabarkan Sakit

Paus Fransiskus Muncul untuk Pertama Kalinya sejak Dikabarkan Sakit

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X