Sistem Pemilu Malaysia Sudah Kuat - Kompas.com

Sistem Pemilu Malaysia Sudah Kuat

Kompas.com - 14/01/2013, 03:19 WIB

KUALA LUMPUR, Minggu - Pemerintah Malaysia membela sistem pemilihan umum yang diselenggarakan di negeri itu. Mereka berdalih, sistem pemilu yang ada di Malaysia saat ini sudah bebas dan adil.

Pernyataan tersebut dikeluarkan Pemerintah Malaysia, Sabtu (12/1) malam, setelah siang harinya terjadi aksi unjuk rasa besar-besaran di Stadion Merdeka, di pusat kota Kuala Lumpur. Demonstrasi itu menuntut transparansi dalam pemilu yang akan berlangsung beberapa bulan ke depan.

Aksi unjuk rasa itu merupakan ujian besar untuk pemerintahan koalisi Perdana Menteri (PM) Najib Razak selama berkuasa sejak 2008.

Pemerintah menyatakan, Komisi Pemilihan Umum telah melakukan berbagai langkah untuk menjamin pemilu akan berlangsung bebas dan adil. Langkah itu termasuk penggunaan tinta untuk pertama kalinya agar dapat mencegah kecurangan, seperti melakukan pencoblosan ganda. Selain itu, warga Malaysia yang berada di luar negeri dapat memberikan suaranya melalui surat.

Pemerintah juga memutuskan untuk memperpanjang periode kampanye. KPU juga secara konstan memperbaiki sistem perhitungan untuk memastikan akurasinya. ”Sistem pemilu Malaysia lebih kuat daripada yang sudah-sudah,” demikian antara lain pernyataan pemerintah.

Barisan Nasional

Di Selangor, PM Najib Razak menyerukan agar masyarakat Selangor tetap memilih Barisan Nasional (BN) dan tetap menjaga agar Barisan Nasional memenangi pemilu mendatang. ”Jangan ubah pemerintah pusat, pertahankan BN di Putrajaya,” ujarnya ketika berkunjung ke Selangor, Minggu.

Wakil PM Muhyiddin Yassin di tempat terpisah mengatakan, pemerintah koalisi telah membawa perdamaian dan kesejahteraan bagi seluruh rakyat Malaysia.

”Kita memiliki pemerintahan yang bagus dan perekonomian yang bagus pula. Jadi, mengapa kita harus berubah?” ujarnya, seperti dikutip oleh kantor berita Bernama.

Pemerintah telah melakukan banyak langkah untuk menyejahterakan rakyat, seperti menyalurkan dana kepada orang miskin dan menghapuskan undang-undang keamanan yang dianggap represif. Akan tetapi, kubu oposisi mengatakan hanya perubahan pemerintahan yang dapat menyelesaikan masalah korupsi dan diskriminasi rasial.

Banyak analis politik menyatakan bahwa koalisi Najib masih dapat meraup banyak suara dalam pemilu mendatang karena dukungan dari konstituennya di pedesaan.

Pada unjuk rasa Sabtu lalu, pemimpin oposisi Anwar Ibrahim menyerukan agar rakyat mengalahkan Barisan Nasional dan memberikan suara untuk aliansi oposisi.

Polisi memperkirakan ada sekitar 45.000 orang yang berkumpul di Stadion Merdeka Kuala Lumpur tersebut.

(AP/Bernama/joe)


Editor

Terkini Lainnya

Elektabilitas Masih Rendah, Golkar Yakin Bisa Bangkit Pasca Pilkada 2018

Elektabilitas Masih Rendah, Golkar Yakin Bisa Bangkit Pasca Pilkada 2018

Nasional
Seorang Kepala Dinas Konsumsi Sabu, Bupati Aceh Utara Akan Periksa Pejabat Lainnya

Seorang Kepala Dinas Konsumsi Sabu, Bupati Aceh Utara Akan Periksa Pejabat Lainnya

Regional
Berkali-kali Survei Tempatkan Prabowo Di Bawah Jokowi, Prabowo Tetap Tegar

Berkali-kali Survei Tempatkan Prabowo Di Bawah Jokowi, Prabowo Tetap Tegar

Nasional
Transfer Rp 1,2 Miliar secara Ilegal ke Sejumlah Rekening, 'Teller' Bank Ditangkap Polisi

Transfer Rp 1,2 Miliar secara Ilegal ke Sejumlah Rekening, "Teller" Bank Ditangkap Polisi

Regional
50 Tahun Merdeka, Swaziland Resmi Berganti Nama Jadi eSwatini

50 Tahun Merdeka, Swaziland Resmi Berganti Nama Jadi eSwatini

Internasional
Sekjen PKS dan Gerindra Bertemu, Bahas Kegiatan Teknis Perkuat Koalisi

Sekjen PKS dan Gerindra Bertemu, Bahas Kegiatan Teknis Perkuat Koalisi

Nasional
Tak Terima Diputus Pacar, Seorang ABG Lompat dari Jembatan Ampera

Tak Terima Diputus Pacar, Seorang ABG Lompat dari Jembatan Ampera

Regional
Survei Cyrus Network: Elektabilitas PDI-P Ungguli Parpol Peserta Pemilu Lain

Survei Cyrus Network: Elektabilitas PDI-P Ungguli Parpol Peserta Pemilu Lain

Nasional
Ikuti Tes Masuk Polisi, Empat Pemuda Kedapatan Curi Boneka

Ikuti Tes Masuk Polisi, Empat Pemuda Kedapatan Curi Boneka

Regional
Musim Hujan Tiba, Pengungsi Rohingya di Bangladesh Khawatir Banjir

Musim Hujan Tiba, Pengungsi Rohingya di Bangladesh Khawatir Banjir

Internasional
Di Kediri, Warga Miskin yang Sakit Tak Perlu Repot, Dokter Akan Datang ke Rumah

Di Kediri, Warga Miskin yang Sakit Tak Perlu Repot, Dokter Akan Datang ke Rumah

Regional
Presiden Uganda: Mulut untuk Makan, Bukan untuk Seks Oral

Presiden Uganda: Mulut untuk Makan, Bukan untuk Seks Oral

Internasional
Sandiaga Uno: Survei Gerindra Tunjukkan Mayoritas Masyarakat Ingin Pemerintahan Baru

Sandiaga Uno: Survei Gerindra Tunjukkan Mayoritas Masyarakat Ingin Pemerintahan Baru

Nasional
Tersangka Pemilik 57 Kg Merkuri Dapat Bahan Baku dari Pulau Seram

Tersangka Pemilik 57 Kg Merkuri Dapat Bahan Baku dari Pulau Seram

Regional
Kirim Dua F-16, Irak Lancarkan Serangan Udara ke Wilayah Suriah

Kirim Dua F-16, Irak Lancarkan Serangan Udara ke Wilayah Suriah

Internasional

Close Ads X