Kompas.com - 13/01/2013, 17:20 WIB
EditorKistyarini

"Tidak ada pembatasan yang diberlakukan pada para demonstran, tetapi kami meminta penyelenggaranya untuk memeriksa semua bus dan peserta sebelum berangkat," kata pejabat kepolisian, Sohail Ahmed Sukhera kepada AFP.

Mohammad Farooq (50) yang berhasil mengupayakan dua bus meskipun ada pembatasan dari pemerintah setempat, mengatakan dia pergi dari kota Faisalabad untuk bergabung dengan aksi itu. Dia juga siap mati demi perjuangan tersebut.

"Kami akan pergi ke Islamabad untu mengubah sistem yang dieksploitasi dan tidak akan mundur dari misi kami. Kami bahkan bersedia mengorbankan nyawa untuk itu," tegas Farooq.

Sementara itu, seorang pemuda 24 tahun asal kota Pakpattan, Mohammad Ahmed, mengatakan, para pengikut Qadri akan berhasil mengatasi semua rintangan yang disiapkan pemerintah untuk mencapai Islamabad.

"Saya bergabung dengan aksi ini demi menentang sistem yang korup dan rakyat ingin mengubahnya," kata Ahmed sambil mengacungkan poster bertuliskan "Lima persen rakyat menguasai 95 persen sumber daya".

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Halaman:


Video Pilihan

26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.