Kompas.com - 11/01/2013, 05:32 WIB
EditorErlangga Djumena

QUETTA, KOMPAS.com — Sedikitnya 81 orang tewas dan lebih dari 120 cedera dalam dua serangan bom bunuh diri di sebuah klub biliar yang ramai di kota Quetta, Pakistan barat daya, Kamis (10/1/2013)  larut malam.

"Jumlah kematian naik menjadi 81," kata pejabat senior kepolisian, Mir Zubair Mehmood, saat jumpa pers.

"Sembilan personel kepolisian, termasuk dua perwira, tewas. Kedua serangan itu dilakukan oleh pengebom bunuh diri dan jumlah kematian bisa meningkat," tambahnya.

Mehmood mengatakan kepada AFP sebelumnya, penyerang pertama meledakkan bomnya di dalam klab itu dan sekitar 10 menit kemudian penyerang lain di dalam sebuah mobil di luar banguan tersebut meledakkan diri ketika polisi, pekerja media, dan petugas penyelamat datang ke lokasi kejadian.

Kedua pengeboman itu, yang terjadi beberapa jam setelah ledakan lain di sebuah daerah ramai di kota itu yang menewaskan 11 orang, merupakan serangan terburuk di Quetta, ibu kota provinsi Baluchistan, sejak pengeboman bunuh diri yang menewaskan sekitar 50 orang pada pawai Syiah pada 2010.

Mehmood mengatakan, korban yang tewas dalam kedua pengeboman itu juga mencakup seorang kamerawan televisi setempat dan beberapa petugas penyelamat.

Polisi mengatakan, serangan bom itu mengganggu pasokan listrik dan membuat daerah tersebut gelap karena listrik mati.

Belum ada pihak yang mengklaim bertanggung jawab atas serangan itu. Namun, sejumlah kelompok militan beroperasi aktif di Baluchistan, provinsi terbesar namun termiskin di Pakistan. Kekerasan sektarian antara Sunni dan Syiah terjadi di wilayah yang berbatasan dengan Iran dan Afganistan itu.

Separatis Baluchistan mengobarkan kekerasan sejak 2004 untuk menuntut otonomi politik dan pembagian lebih besar dari kekayaan minyak, gas, dan mineral di wilayah yang penduduknya dilanda kemiskinan itu.

Kelompok militan Lashkar-e-Jhangvi (LJ) yang terkait dengan Al Qaida juga mengobarkan serangan-serangan terhadap minoritas Syiah dan beberapa aparat kepolisian di kota itu menyatakan mereka diancam oleh kelompok tersebut.

Halaman:


Video Pilihan

26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.