Kompas.com - 07/01/2013, 11:15 WIB
EditorEgidius Patnistik

ISLAMABAD, KOMPAS.com - Sebuah serangan yang diduga telah dilancarkan pesawat tak berawak AS menewaskan 17 orang dan melukai tiga lainnya di wilayah kesukuan Pakistan yang bergejolak, Minggu (6/1), kata para pejabat intelijen Pakistan.

Serangan itu terjadi di Babar Ziarat, yang berbatasan dengan Provinsi Waziristan Utara dan Waziristan Selatan, Pakistan di  dekat perbatasan Afganistan, kata para pejabat.

Mereka yang tewas dan cedera dalam serangan itu diyakini sebagai militan, kata para pejabat itu.

Serangan tersebut menyusul dugaan serangan pesawat tak berawak AS serupa di daerah yang sama pekan lalu yang menewaskan 15 orang, termasuk seorang komandan Taliban yang punya hubungan dengan militer Pakistan. Komandan Taliban Mullah Nazir, juga dikenal sebagai Maulvi Nazir Wazir, tewas dalam serangan di Waziristan Selatan, kata para pejabat.

Nazir berseberangan dengan Taliban Pakistan terkait kontrak perjanjian damai yang ia tanda tangani dengan pemerintah Pakistan tahun 2007. Sebagai bagian dari kesepakatan itu, ia menolak untuk menyerang pemerintah Pakistan atau sasaran militer, meskipun ia diyakini berada di balik sejumlah serangan yang menyasar militer AS.

Nazir lolos dari serangan bom bunuh diri pada awal Desember. Setelah serangan itu, ia memperingatkan suku Mehsud, yang yang merupakan suku dari pemimpin Taliban Pakistan Hakimullah Mehsud, untuk mengosongkan wilayah Waziristan Selatan atau menghadapi konsekuensi.

Menurut para pejabat Pakistan, dua deputi Nazir ikut tewas dalam serangan pekan lalu itu.

Terima kasih telah membaca Kompas.com.
Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Selama beberapa tahun terakhir, pemerintah AS telah meningkatkan secara drastis penggunaan serangan pesawat tak berawak di sebagian besar wilayah suku Pakistan yang nyaris tak berpemerintahan. Wilayah sabuk suku itu itu secara luas diyakini menjadi surga yang aman bagi kelompok-kelompok militan yang melancarkan pemberontakan di Afganistan. Para pejabat AS mengatakan, serangan-serangan dengan pesawat tak berawak merupakan strategi efektif dalam melawan  kelompok-kelompok militan dan berkeras bahwa korban sipil akibat serangan itu jarang terjadi.

 



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X