Kompas.com - 07/01/2013, 10:21 WIB
EditorEgidius Patnistik

Presiden Palestina Mahmoud Abbas mengatakan pada para pejabat di Tepi Barat agar bersiap menggunakan istilah "Negara Palestina" di dokumen publik. Hingga saat ini paspor, kartu identitas, SIM dan dokumen-dokumen lainnya memiliki stempel "Otoritas Palestina."

November lalu, Abbas sukses mendorong PBB menaikkan status Palestina menjadi negara pengamat. Status Palestina sebelumnya adalah "badan pengamat non anggota."

Dalam keputusan yang dipublikasikan hari Minggu oleh kantor berita resmi Wafa, Abbas mengatakan penggunaan istilah itu di dokumen publik akan mengukuhkan negara Palestina "di tanah Palestina dan membangun institusi-institusi pemerintah.... dan kedaulatan di atas bumi Palestina."

Pekan lalu, Abbas memerintahkan kementerian luar negeri dan kedutaan-kedutaan besar untuk mulai menggunakan "Negara Palestina" dalam semua korespondensi resmi, seperti dilaporkan kantor berita Agence France-Presse.

Israel belum memberikan reaksi.  Israel menentang perubahan status PBB dan menunda transfer pendapatan pajak pada Otoritas Palestina. Otoritas yang dipimpin oleh Abbas itu, memimpin Tepi Barat. Mereka sangat tergantung pada pendapatan pajak yang dikumpulkan Israel.

 

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

 
Pilihan Untukmu


Video Pilihan

26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.