Pasukan India Serang Pos Militer Pakistan di Kashmir

Kompas.com - 06/01/2013, 16:01 WIB
EditorKistyarini

ISLAMABAD, KOMPAS.com - Pasukan India menyerang sebuah pos militer Pakistan di Kashmir, Minggu (6/1/2013), membunuh satu tentara dan mencederai satu lainnya, kata pihak militer Pakistan.

Insiden tersebut dinilai dapat membuat hubungan dua negara pengembang nuklir itu kembali menjadi tegang setelah sebelumnya sempat mereda.

Penjaga perbatasan Pakistan memukul mundur serangan di pos Sawan Patra, Kashmir, kata juru bicara militer dalam sebuah pernyataan.

Pasukan kedua negara kemudian saling menembak di garis perbatasan yang disepakati oleh dunia internasional sekitar pegunungan Kashmir, garis tersebut dikenal sebagai Line of Control dan dijaga oleh dua negara.

Kementerian Pertahanan India tidak dapat dimintai keterangan sampai berita ini diturunkan.

India dan Pakistan sebelumnya sudah berperang tiga kali sejak 1947, saat mereka itu merdeka dari Inggris. Dua negara itu mempunyai kesamaan dalam bahasa dan kebudayaan meskipun mayoritas penduduk Pakistan adalah Muslim sedangkan warga India kebanyakan beragama Hindu.

Kedua negara itu sama-sama mengklaim Kashmir sebagai wilayahnya.

Kashmir dan juga pelanggaran hak asasi manusia di wilayah itu oleh pasukan India, adalah persoalan politik yang besar di Pakistan. Pihak militer Pakistan telah sejak lama melatih kelompok-kelompok militan di sana untuk melawan pasukan India.

Perang terakhir kedua negara terjadi pada 1999, saat pasukan Pakistan melewati batas Line of Control dan menganeksasi wilayah di Kargil. Namun tidak lama setelah itu, mereka dipaksa untuk mundur.

Setelah periode saling diam, hubungan kedua negara kembali tegang pada 2008 saat sekelompok militan secara mengejutkan menyerang kota di India, Mumbai, dan membunuh 166 orang. India menuduh Pakistan berada di balik serangan itu. Tuduhan itu ditolak oleh Pakistan.

Kedua negara sebetulnya telah memperbaiki hubungan dalam beberapa bulan terakhir. Bulan lalu, India dan Pakistan menandatangani kesepakatan untuk mempermudah izin visa untuk warga yang hendak menyeberangi perbatasan.

Ketegangan antara dua negara, selain disebabkan oleh masalah Kashmir, juga dipicu oleh persoalan Afghanistan yang berbatasan dengan Pakistan.

India sering menawarkan bantuan militer dan ekonomi di Afganistan, namun Pakistan menuduh langkah tersebut bertujuan untuk memperlemah pengaruhnya di negara tempat terbunuhnya Osama bin Laden itu.

Amerika Serikat telah berulangkali mendesak Pakistan untuk memberantas pertumbuhan Al-Qaeda dan kelompok militan lain di perbatasan Afghanistan. Namun Pakistan mengatakan bahwa mereka tidak mempunyai pasukan yang cukup karena sebagian besar sudah ditempatkan untuk menjaga perbatasan di India.

Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
Muncul Lagi di Hadapan Publik, Paus Fransiskus Mengaku Terserang Demam

Muncul Lagi di Hadapan Publik, Paus Fransiskus Mengaku Terserang Demam

Internasional
Virus Corona di Iran Menyebar Cepat, 54 Orang Meninggal

Virus Corona di Iran Menyebar Cepat, 54 Orang Meninggal

Internasional
Paus Fransiskus Muncul untuk Pertama Kalinya sejak Dikabarkan Sakit

Paus Fransiskus Muncul untuk Pertama Kalinya sejak Dikabarkan Sakit

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X