Pemerintah Siapkan Diat untuk Bebaskan Satinah - Kompas.com

Pemerintah Siapkan Diat untuk Bebaskan Satinah

Kompas.com - 05/01/2013, 01:20 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com — Menteri Luar Negeri Marty Natalegawa mengatakan, pemerintah telah menyiapkan uang diat untuk membebaskan Satinah dari hukuman mati. Uang diat tersebut akan diberikan kepada pihak keluarga Nura Al Garib, korban Satinah.

"Kita sudah menyediakan angka pembayaran diat itu dan sudah didepositkan di pengadilan Arab Saudi sesuai dengan ketentuan yang berlaku. Jadi, itu sudah siap untuk diberikan kepada pihak keluarga," kata Marty di kantornya, Jakarta, Jumat (4/1/2012).

Marty menjelaskan, meskipun demikian, pemerintah akan mengembalikan semuanya kepada pihak keluarga Nura Al Garib. Hal itu guna mengetahui pihak Nura menerima uang diat Pemerintah Indonesia atau tidak.

"Namun, tentu pada pihak keluargalah sekarang bergantung, apakah mereka memilih untuk menyelesaikan masalahnya seperti itu," tandasnya.

Ia menekankan, Pemerintah Indonesia tetap mengupayakan proses pemintaan maaf keluarga Nura pada Satinah. Keluarga Nura bersedia memperpanjang waktu permintaan maaf pada Satinah hingga enam bulan.

Proses permintaan maaf menurutnya harus dilakukan tepat bentuk dan terukur. Hal itu, lanjut Marty, agar proses yang tengah berjalan tidak menemui kegagalan dengan ditolaknya permintaan maaf Satinah.

"Jadi semua sedang bergulir. Kita mencoba untuk memperoleh semacam pengertian dan pemaafan dari mereka, mudah-mudahan membuahkan hasil," pungkasnya.

Seperti diberitakan, Satinah binti Jumadi membunuh majikannya, Nura Al Garib, pada 2007 silam. Tenaga kerja Indonesia berusia 40 tahun itu dijatuhi hukuman pancung oleh pengadilan Arab Saudi.

Satinah mengatakan terpaksa membunuh lantaran tidak terima dituduh mencuri uang sang majikan senilai 38.000 riyal. Ia juga mengatakan sering dianiaya dan diperlakukan tak senonoh oleh majikannya. Adapun nilai diat yang diminta keluarga korban Satinah adalah 10 juta riyal, atau setara Rp 25 miliar.


EditorTri Wahono
Komentar

Terkini Lainnya

Malam Ini, Debat Perdana Pilkada Jateng Akan Berlangsung Atraktif

Malam Ini, Debat Perdana Pilkada Jateng Akan Berlangsung Atraktif

Regional
Sandiaga Bertemu Rizal Ramli di Balai Kota, Bahas Pilpres

Sandiaga Bertemu Rizal Ramli di Balai Kota, Bahas Pilpres

Megapolitan
Politisi Gerindra Sebut Tertutup Opsi Pasangkan Prabowo-Jokowi

Politisi Gerindra Sebut Tertutup Opsi Pasangkan Prabowo-Jokowi

Nasional
Pembuat SIM Palsu yang Beroperasi di Pelabuhan Tanjung Priok Ditangkap

Pembuat SIM Palsu yang Beroperasi di Pelabuhan Tanjung Priok Ditangkap

Megapolitan
Disaksikan Ribuan Orang, Dua Terpidana PSK 'Online' di Banda Aceh Dihukum Cambuk

Disaksikan Ribuan Orang, Dua Terpidana PSK "Online" di Banda Aceh Dihukum Cambuk

Regional
Politisi Gerindra Sebut Pilkada Langsung Memicu Sistem Politik Berbiaya Tinggi

Politisi Gerindra Sebut Pilkada Langsung Memicu Sistem Politik Berbiaya Tinggi

Nasional
Ini 6 Tahap yang Harus Dilalui Peserta Ujian SBMPTN

Ini 6 Tahap yang Harus Dilalui Peserta Ujian SBMPTN

Edukasi
Pembunuh Pensiunan TNI AL di Pondok Labu Jalani 24 Adegan Rekonstruksi

Pembunuh Pensiunan TNI AL di Pondok Labu Jalani 24 Adegan Rekonstruksi

Megapolitan
Baliho Sam Aliano 'Nyapres' Diturunkan karena Ilegal

Baliho Sam Aliano "Nyapres" Diturunkan karena Ilegal

Megapolitan
Rizal Ramli: Setelah Gubernur Baru, Terasa Suasana Tenang di DKI, Sebelumnya Tahulah...

Rizal Ramli: Setelah Gubernur Baru, Terasa Suasana Tenang di DKI, Sebelumnya Tahulah...

Megapolitan
Korut dan Korsel Coba Saluran Telepon Khusus Jelang KTT Antar-Korea

Korut dan Korsel Coba Saluran Telepon Khusus Jelang KTT Antar-Korea

Internasional
Dua Bersaudara Korban Selamat Penembakan Massal di Florida Tulis Buku

Dua Bersaudara Korban Selamat Penembakan Massal di Florida Tulis Buku

Internasional
Sekjen PPP Ungkap Ada Tokoh Non-Partai yang Ingin Bentuk Poros Ketiga

Sekjen PPP Ungkap Ada Tokoh Non-Partai yang Ingin Bentuk Poros Ketiga

Nasional
Panglima TNI: Negara Lain Berebut Meraup Keuntungan dari Indonesia...

Panglima TNI: Negara Lain Berebut Meraup Keuntungan dari Indonesia...

Nasional
Warung Ema, Tempat Polisi Boleh Utang Makan di Jakarta Utara

Warung Ema, Tempat Polisi Boleh Utang Makan di Jakarta Utara

Megapolitan

Close Ads X