Kompas.com - 04/01/2013, 18:01 WIB
EditorErvan Hardoko

NEW DELHI, KOMPAS.com - Pemerintah India menyatakan akan menambah jumlah polisi wanita di ibukota, Delhi, menyusul kemarahan nasional terkait pemerkosaan beramai-ramai terhadap seorang mahasiswi di bus bulan lalu.

Menteri Dalam Negeri Sushil Kumar Shinde mengatakan polwan akan ditempatkan di setiap kantor polisi di Delhi yang berjumlah 166.

Shinde menambahkan penempatan polwan di setiap kantor polisi di ibukota tersebut akan dilakukan dalam waktu dekat.

Pada saat ini banyak kantor polisi di sana tidak mempunyai polisi wanita dan para pejabat kepolisian mengatakan kadang-kadang polisi pria "kesulitan" membantu korban perempuan.

Pengumuman pemerintah ini terjadi di tengah kemarahan masyarakat sehubungan dengan pemerkosaan seorang mahasiswa di bus secara beramai-ramai pada tanggal 16 Desember 2012.

Perempuan itu pulang dari menonton bioskop bersama teman prianya. Keduanya kemudian dianiaya dan dilempar keluar bus setelah pemerkosaan.

Sementara itu, lima orang tersangka, Kamis (3/1) resmi didakwa melakukan pemerkosaan dan pembunuhan, sedangkan satu orang lainnya belum dikenai dakwaan karena menunggu hasil uji kesehatan untuk menentukan umurnya.

Sementara itu Kementerian Dalam Negeri India, Jumat (4/1/2013) dijadwalkan mengadakan pertemuan dengan semua pejabat terkait dari seluruh negara bagian.

Mereka akan membahas cara-cara mencegah tindak kejahatan terhadap perempuan.

 

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.